Dokter Lalai, Plasenta Tertinggal Utuh Dalam Rahim, Akibat Yang Harus Diterima Perempuan Ini . . .
Lindsey didera rasa sakit pada area perut yang sangat hebat serta perubahan warna pada kulitnya, sejak hari pertama pulang ke rumah.
Penulis: ewis herwis | Editor: ewis herwis
Ternyata cuti melahirkan yang ia ajukan sebelum proses persalinan, kini berubah menjadi cuti cacat seumur hidup.
Sebenarnya kenapa Lindsey bisa alami penyakit ini?
Penyakit pemakan daging yang mematikan menggerogoti jaringan di organ-orang tubuhnya karena dokter kelupaan mengangkat plasenta di tubuh Lindsey.
Pilihan untuk tetap hidup baginya hanyalah amputasi.
Seperti yang dikutip dari dailymail.com, pihak Rumah Sakit tempat ia melahirkan meninggalkan bagian plasenta di tubuhnya setelah melahirkan dan tidak memeriksa kembali dengan benar sebelum dipulangkan.
Astaga, bagaimana bisa dokter-dokter andal di sana mengabaikan hal ini!
Menuntut Rumah Sakit agar tidak ada ibu baru yang mengalami plasenta tertinggal dalam rahim.
Agar kasus ini tidak berulang ke ibu baru lainnya, Lindsey dan tunangannya membawa kasus ini ke ranah hukum.
Melansir dari foxnews.com, ia dan tunangannya menuntut IWK Health Centre di Nova Scotia, Kanada beserta lima dokter yang lalai menjalani tugasnya.
Dasar tuntutan hukum mereka adalah karena pihak Rumah Sakit tidak memeriksa kesehatan Lindsey dengan benar sebelum dia pulang ke rumah.
Serta tidak ada tanggapan berarti dari pihak Rumah Sakit setelah Lindsey melaporkan rasa sakitnya sehari setelah pulang.
Lindsey hanya disebutkan sedang alami sembelit.
Lindsey dan keluarga hanya ingin segera sembuh dan menyelesaikan kasus hukum yang masih berjalan.
Kasus hukum sengaja dipilih agar tidak ada lagi kelalaian yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit, seperti kesalahan fatal plasenta tertinggal dalam rahim ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/lindsey_20171023_190313.jpg)