Cukup Modal KTP, Bisa Pinjam Modal Usaha Rp 25 Juta. Ini Lokasinya. Buruan!
Salah seorang debitur, Yudi saat ditemui di lokasi mengatakan, dirinya pertama kali mengetahui tempat pinjaman usaha itu dari media sosial.
Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejak tujuh bulan terakhir rumah di Jalan Hang Tuah No 8 Kelurahan Talang Semut Kecamatan Ilir Barat I Palembang selalu dipenuhi oleh warga.
Seperti terlihat pada hari Minggu (8/10/2017), warga keluar masuk silih berganti.
Di halaman rumah puluhan kendaraan bermotor dan mobil terparkir.
Ternyata rumah tersebut melayani peminjaman modal usaha tanpa agunan.
Di salah satu sudut ruang tunggu sudah beberapa orang menunggu mengantre untuk bisa mencairkan pinjaman yang diajukan.
Selebihnya ada juga yang baru tanya tanya mengenai informasi terkait peminjaman.
Uang yang bisa dipinjam maksimal sebesar Rp 25 juta.
Yang menariknya tak butuh lama uang tersebut bisa dicairkan.
Lembaga itu mengatasnamakan diri adalah LPPUEK atau Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Usaha dan Ekonomi Kreatif.
Salah seorang debitur, Yudi saat ditemui di lokasi mengatakan, dirinya pertama kali mengetahui tempat pinjaman usaha itu dari media sosial.
Kemudian ia menghubungi nomor telpon yang tertera di laman akun miliknya.
Tak berselang lama, ia menemui alamat kantor yang ia dapatkan dari orang yang ditelponnya.
"Satu minggu saya urus yang langsung cair," kata Yudi.
Dia tertarik meminjam modal usaha di Lembaga itu, karena tidak ribet dan terlalu formal.
Selanjutnya pencairan bisa cepat tanpa banyak persyaratan yang dipenuhi.
"Cuma dimintai KTP, KK dan surat keterangan usaha. Kemudian disurvei tidak lama dihubungi dan bisa cair," katanya.
Direktur LPPUEK Sumsel, J Riantoni Nata Kusuma, mengatakan, tahun 2017 pihaknya mengucurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 250 miliar.
Hal ini dilakukan untuk mendukung program kewirausahaan nasional khususnya di wilayah Sumsel.
Menurut dia, pinjaman diberikan untuk pedagang, petani, pelaku jasa, peternakan, perikanan dan perkebunan.
"Program ini kami peruntukan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dengan maksimal pinjaman Rp 25 juta," kata Riantoni.
Menurut dia, pinjaman yang diberikan oleh pihaknya tanpa ada jaminan atau agunan dari debitur.
Pihaknya sengaja memberikan kemudahan kepada pelaku usaha khususnya UMKM untuk memudahkan debitur dan meningkatkan usaha mereka.
Bagi calon debitur yang akan meminjam modal usaha di tempatnya, cukup melengkapi persyaratan di antaranya KTP, Kartu Keluarga, Surat Keterangan Usaha (SKU).
Setelah itu, tim survei akan mendatangi lokasi untuk mengecek apakah benar adanya usaha yang diajukan oleh debitur.
"Selagi debitur tak ada masalah baik bersih dari BI checking dan tak memiliki riwayat bermasalah di bank mana pun bisa mendapatkan pinjaman dari kita," katanya.
Selanjutnya debitur akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 350 ribu, biaya asuransi Rp 175 ribu, E form ribu 50 ribu, buka tabungan Rp 50 ribu dan masuk anggota koperasi Rp 150 ribu.
"Biaya itu sudah dibayarkan pada saat pencairan," katanya.
Riantoni mengatakan, untuk pinjaman modal sebesar Rp 25 juta, debitur bisa kembalikan dalam waktu tiga tahun dengan besaran angsuran Rp 800.000 ribu.
Debitur akan mengembalikan pinjaman setiap bulan.
Khusus untuk petani, perikanan, perkebenunan dikembalikan tergantung masa panen tiba.
"Kalau pedagang tiap hari ada uang masuk. Tapi beda dengan pertanian, perikanan dan perkebunan. Pada masa panen baru bisa kembalikan," katanya.
Khusus untuk kebun kopi pihaknya memberikan pinjaman Rp 25 juta dengan dengan angsuran selama 4 tahun sebesar Rp 600.000.
Hingga Oktober 2017 sudah tiga ribu pelaku usaha yang meminjam modal kepada pihaknya.
Menurut dia, baru ada empat kabupaten kota yang digarap oleh pihaknya yakni Palembang, Banyuasin, Pagaralam, dan Lubuklinggau.
Kedepannya, kata dia, ada beberapa kabupaten lagi yang akan diberlakukan program serupa.
Di antaranya OI, Prabumulih, Muaraenim, dan Lahat.
"Khusus di Palembang 754 orang yang sudah dicairkan," katanya.