Kingsman: The Golden Circle, Eranya Agen Rahasia Generasi Millenial

'Kingsman: The Secret Service' begitu menghibur dengan humor gelap dan action brutal yang tak disangka-sangka.

Editor: Budi Darmawan

SRIPOKU.COM - Matthew Vaughn sudah terlibat dalam produksi film sejak tahun 1996.

Dia juga bertanggung jawab sebagai sutradara 'X-Men: First Class' (2011) yang biasa-biasa aja, lalu menendang dengan ‘Kick-Ass’ (2010), hingga ikut kontribusi sebagai produser 'Fantastic Four' (2015) yang mendapat penghargaan Film Terburuk di Golden Raspberry Award.

Di tengah naik dan turunnya karier Vaughn sebagai sutradara dan produser, tiba-tiba dia mengejutkan industri dengan film 'Kingsman: The Secret Service' (2014). Film bercerita tentang proses rekrutmen agen muda Gary 'Eggsy' Unwin (Taron Egerton) ke dalam organisasi mata-mata rahasia.

'Kingsman: The Secret Service' begitu menghibur dengan humor gelap dan action brutal yang tak disangka-sangka.

Film ini mendapatkan pemasukan US$ 414,4 juta di box office, terbesar dalam sejarah karier Matthew Vaughn di industri film.

Maka, sekuel 'Kingsman' adalah keniscayaan.

Anggota Kingsman dan Statesman siap beraksi (Foto: 20th Century Fox)
Anggota Kingsman dan Statesman siap beraksi (Foto: 20th Century Fox) ()

Setelah menyelamatkan dunia dari serangan genosida Richmond Valentine (Samuel L. Jackson), Eggsy kembali menjalankan aktivitasnya sebagai salah satu agen Kingsman yang perlente.

Tanpa banyak basa-basi di opening, Vaughn langsung menyuguhkan drama pertarungan yang intens di tengah kota London.

Eggsy dikejar sosok bertangan robot yang punya dendam masa lalu.

Hingga akhirnya markas Kingsman dihancurkan dan orang-orang di dalamnya binasa. Eggsy yang menjadi target berhasil lolos karena sedang makan malam dengan keluarga kekasihnya, Putri Tilde (Hanna Alstrom).

Halle Berry sebagai 'mata' para agen rahasia (Foto: 20th Century Fox)
Halle Berry sebagai 'mata' para agen rahasia (Foto: 20th Century Fox) ()

Sementara Merlin (Mark Strong) selamat karena statusnya hanya 'staf biasa.'
Mereka kemudian menjalankan Doomsday Protocol (yang bisa memunculkan reaksi 'Meh' dari penonton), lalu pergi ke Kentucky, Amerika Serikat, bertemu dengan Statesmen, organisasi rahasia yang membiayai semua misi mereka dengan alkohol.

Channing Tatum sebagai anggota Statesman (Foto: 20th Century Fox)
Channing Tatum sebagai anggota Statesman (Foto: 20th Century Fox) ()

Eggsy dan Merlin bertemu dengan Whiskey (Pedro Pascal) agen rahasia seperti penunggang kuda rodeo, Tequila (Channing Tatum) si anak nakal, Champ (Jeff Bridges) bos organisasi dengan aksen Amerika yang kental, dan Ginger (Halle Berry), matanya para mata-mata.

Diadaptasi dari komik Dave Gibbons dan Mark Millar, 'Kingsman: The Golden Circle' masih memberikan kita segala kelebihan dari film pertama. Humor yang segar, adegan pertarungan yang intens dan brutal, serta pendekatan cerita yang sophisticated.

Sebagai agen rahasia generasi millenial, Eggsy menunjukkan kepada para seniornya cara praktis menemukan petunjuk hanya lewat stalking di Twitter dan Instagram, memakai pakaian yang pas ke Glastonbury, dan menggoda cewek dengan cara yang proper.

Markas Poppy mengatur peredaran narkoba (Foto: 20th Century Fox)
Markas Poppy mengatur peredaran narkoba (Foto: 20th Century Fox) ()

Matthew Vaughn menggunakan formulasi yang sama dengan film sebelumnya dengan memaksimalkan pergerakan kamera yang liar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved