Terungkap, Inilah Rencana Penyelamatan Bumi dari Serangan Asteroid

Sebuah studi baru mengusulkan agar sejumlah wahana antariksa dikirim ke luar angkasa untuk menyelidiki 300 asteroid. Misi ini direncanakan untuk memah

Terungkap, Inilah Rencana Penyelamatan Bumi dari Serangan Asteroid
KOMPAS Sains
Ilustrasi - Asteroid. 

SRIPOKU.COM - Sebuah studi baru mengusulkan agar sejumlah wahana antariksa dikirim ke luar angkasa untuk menyelidiki 300 asteroid. Misi ini direncanakan untuk memahami bagaimana perilaku asteroid dalam rangka menyelamatkan Bumi dari tubrukan benda-benda luar angkasa di masa depan.

Berita Lainnya:
Asteroid Besar Akan Mendekati Bumi pada 19 April

Armada yang diusulkan terdiri dari 50 satelit nano yang akan digerakan oleh tenaga penggerak inovatif yang berasal dari angin matahari. Setiap wahana akan dilengkapi dengan teleskop yang bisa menggambarkan permukaan asteroid dengan resolusi 100 meter atau lebih baik.

Masing-masing wahana juga akan mengunjungi enam atau tujuh asteroid sebelum kembali ke bumi untuk mengirimkan data.

"Asteroid sangat beragam dan hingga saat ini, kami hanya melihat sejumlah kecil dalam jarak dekat," kata Dr Pekka Janhunen, peneliti dari Institut Meteorologi Finlandia.

"Untuk bisa memahaminya lebih baik, kita perlu mempelajari lebih jauh. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan langsung mengunjunginya. Untuk mendapatkan biaya yang terjangkau, kami menggunakan wahana antariksa berukuran kecil," katanya seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (20/9/2017).

Dipresentasikan dalam Kongres Ilmu Planet Eropa 2017, wahana akan menarget asteroid yang akan diamati dari jarak sekitar 1.000 kilometer dan menggunakan inframerah untuk menentukan komposisi mineral asteroid.

"Wahana antariksa ini bisa mengumpulkan banyak informasi mengenai asteroid yang mereka temui selama perjalanan mereka, termasuk ukuran dan bentuk keseluruhan, apakah terdapat kawah di permukaan atau debu, apakah benda primitif atau tumpukan puing-puing," jelas Janhunen.

"Termasuk juga data tentang komposisi kimia pada asteroid," imbuhnya.

Satelit nano akan digerakkan dengan layar elektronik yang memanfaatkan angin matahari, yaitu aliran partikel bermuatan listrik yang dipancarkan dari matahari. "Tenaga penggerak inovatif ini akan mengurangi biaya sebanyak beberapa ratus ribu Euro per asteroid. Namun, nilai sains yang terkumpul akan sangat besar, kata Janhunen.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved