Update SFC
Basna Ditugaskan Matikan Si Raja Assist
Robert Alberts mengaku akan menerapkan strategi berbeda saat dijamu Sriwijaya FC pada pekan ke-24 Liga 1 di Stadion Jakabaring, Minggu (17/9/2017).
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Tanpa Marc Klok, PSM masih memiliki senjata ampuh lainnya yakni, Wiljan Plium yang kini mengemas 7 gol dan 5 assist bagi PSM Makasar.
Wiljan sang raja assist PSM, senjata ampuh lainnya yang akan diandalkan skuat asuhan Robert Rene Alber ini menghadapi Sriwijaya FC, Minggu (17/9) di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.
Jadi, bukan Hamka Hamzah, yang menjadi aktor dibalik kekalahan SFC pada putaran pertama Mei silam. Ketika itu, SFC kalah karenakan Penalti yang diberikan wasit untuk PSM Makassar di menit 93.
Kejatuhan Hamka yang berada di dekat Yanto Basna itu hingga kini menjadi misteri dan menjadi bumbu pemanas duel SFC kontrak PSM Makasar di putaran kedua musim ini di GSJ Jakabaring, Minggu (17/9) nanti.
Kala itu, SFC melakukan protes keras. Keributan sempat terjadi dan skuat Sriwijaya FC masih belum mau kembali ke lapangan.
Namun, pemain SFC kemudian menerima itu, dan akhirnya PSM menang berkat penalti Reinaldo.
Selain kejatuhan Hamka di kotak penalti SFC, kasus kiper Teja Paku Alam yang harus digantikan Muhamad Sandy Firmansyah di menit ke 34 usai tiga kali terkapar pun, menjadi sorotan dan motivasi bagi anak-anak SFC untuk membalas kekalahan.
Kasus provokasi Mark Klok juga menjadi bumbu lainnya saat dia membuat Yanto Basna dikartu kuning. Sayang Klok absen. Kini Basna wajib mengawasi pergerakan berbahaya Pluim.
Seperti diketahui, dalam laga yang berlangsung keras itu, Teja terkapar pertama kali di menit ke 16 saat menangkap bola di posisi yang tidak ideal.
Lalu menit ke 25 dan menit ke 28 saat berduel dengan penyerang PSM, Reinaldo.
Pada pertandingan ini Teja Paku Alam harus bekerja keras menahan gempuran para pemain PSM Makassar.
Kala itu diserang terus-terusan SFC tetap tangguh hingga penalti aneh yang diberikan wasit karena Hamkah tiba-tiba jatuh meski tidak ada sentuhan apapun dari pemain belakang Yanto Basna yang berdiri paling dekat dengan Hamka.
Namun cerita dibalik itu, sosok Pluim menjadi cerita lain, karena dialah yang membuat pertahanan SFC kala itu terkurung habis, Dia mampu mengalirkan bola lewat umpan-umpan matangnya.
Menanggapi ini, Pelatih Hartono Ruslan menilai, pemain harus melupkana kekalahan dalam pertandingan lawan Barito maupun pertandingan di putaran pertama lawan PSM Makasar. Baginya Sriwijaya FC harus tetap fokus kepada persiapan.
"Fokus kepada persiapan, jangan pikirkan tim lawan, tetapi tim kita sendiri, PSM tim yang solid dan kompak, maka kita harus benar-benar kuat baik dalam bertahan maupun menyerang," ujar Hartono Ruslan.