Walikota Pagaralam Minta Pihak Terkait Permudah Urusan PNS yang akan Pangsiun
Kedepannya nanti pengurusan pensiun tidaklah susah dan disibukan dengan berbagai macam berkas apalagi harus mondar-mandir ke sana sini,
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan
SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Walikota Pagaralam, Hj Ida Fitriati meminta pihak terkait untuk mempermudah urusan bagi PNS yang akan masuk masa pensiun.
Pasalnya selama ini banyak calon pensiunan yang susah payah harus mengurus berkas pensiunan.
"Bisa dikata Pangsiunan (Bahasa Pagaralam) karena mereka ini sudah tua.
Jadi harus diberikan palayanan yang mudah dan jangan dipersulit.
Jadi saya minta pihak terkait mulai saat ini harus mempermudah urusan bagi PNS yang akan mengajukan Pangsiun," tegas Buk Ida saat membuka kegiatan Launching Program Pensiun Otomatis di Gedung Seminar Gunung Gare, Selasa (12/9/2017).
Wako sangat mengapresiasi program tersebut.
Adanya program tersebut sangat memberikan keringanan bagi seluruh ASN di lingkup Pemkot Pagaralam yang akan memasuki masa pensiun.
Sebagai Kabupaten/Kota yang kedua di Sumsel launching Less Paper dilakukan, akan mempermudah ASN mengurus proses pensiun yang sudah tidak menggunakan kertas lagi.
"Kedepannya nanti pengurusan pensiun tidaklah susah dan disibukan dengan berbagai macam berkas apalagi harus mondar-mandir ke sana sini, namun kita sudah bisa sedikit santai dengan menyiapkan berbagai macam persyaratan saja dan tidak harus menunggu waktu yang lama untuk SK pensiun atau surat pemberhentian gaji karean sudah bisa langsung keluar," jelas Wako.
Untuk itu, masa pensiun haruslah disambut dengan gembira dengan persiapan-persiapan matang setelah pensiun sehingga masa pensiun tidak habis terbuang begitu saja.
"Karena pensiun adalah proses alamiah yang semua orang (ASN) pasti akan melaluinya sesuai dengan ketentuan bahawa usia paling tua bagi ASN adalah 58 tahun," katanya.
Kemudian melalui program ini juga Wako mengatakan, tidak hanya meringankan ASN yang akan mengurus pensiun namun juga menghindarkan tindakan yang tidak baik sesama ASN, contohnya ada oknum ASN yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meminta sejumlah uang sebagai persyaratan mengurus berkas pensiun.
"Artinya yang namanya jeruk makan jeruk (ASN meminta uang dengan sesama ASN) tidak akan ada lagi, karena hal itu sudah termasuk pungli," tegasnya.
Hadir dalam kegiatan tesebut kepala Kantor regional VII BKN Sumatera Selatan Gede Putra Suastika dan seluruh ASN Pagaralam yang akan masuk BUP.
Menurut Kepala Kantor Regional VII BKN Provinsi Sumatera Selatan, Gede Putra Suastika, sebagai perusahaan milik negara yang ditugaskan menangani ansuransi dan pensiunan, pihak taspen berkomitmen meningkatkan pelayanan dengan melakukan jemput bola untuk mengurus proses ASN yang akan memasuki masa pensiun.
"Jadi seluruh PNS yang nanti memasuki usia pensiun tinggal duduk manis, karena taspen akan proaktif menyelesaikam berbagai data dan berkas yang diperlukan sebagai persyaratan pengusulan pensiun," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/walikota-pagaralam-hj-ida-fitriati-memukul-gong_20170912_141517.jpg)