Terkait Keberadaan Transportasi Online di Palembang, Ini Kata Pengamat Sosial Prof Abdullah Idi

Dikatakan Abdullah Idi, dalam manajemen modern orang ingin lebih cepat, selamat, ingin pelayanan yang baik, kemudian ketepatan, dan kepastian.

Penulis: Sudarwan | Editor: Sudarwan
SRiPOKU.COM/SUDARWAN
Profesor Dr Abdullah Idi Med, Pengamat Sosial 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Sudarwan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pengamat sosial, Prof Dr Abdullah Idi Med, menilai keberadaan taksi online di Palembang adalah sebuah kebutuhan.

Menurutnya taksi online merupakan kebutuhan banyak pihak.

Tidak hanya dari owner taksi online itu sendiri.

"Tapi ini persoalan ekonomi, lapangan kerja. Masyarakat juga punya pelayanan yang lebih baik, harus kita akui," ujar Abdullah Idi ketika menjadi narasumber pada talkshow di Radio Sonora yang digelar bekerja sama dengan HU Sriwijaya Post, Rabu (30/7/2017).

Pada talkshow yang dipandu Esi tersebut juga menghadirkan narasumber lain yakni Sandy Rusadi (Wakil Ketua Asosiasi Driver Online), Arvin (perwakilan paguyuban driver online), dan Mukhlis Diponegoro (Pembina Asosiasi Driver Online).

Dikatakan Abdullah Idi, dalam manajemen modern orang ingin lebih cepat, selamat, ingin pelayanan yang baik, kemudian ketepatan, dan kepastian.

"Jadi itu yang diinginkan masyarakat," tegas Abdullah Idi.

Terkait terjadinya pergesekan yang terjadi di lapangan antara driver taksi online dengan sesama driver taksi online perusahaan berbeda, atau antara driver taksi online dengan sopir angkot, dia menilai itu persoalan manajemen.

Menurutnya hal itu terjadi persoalan manajemen.

Itu akibat kurang kerja sama antara stake holder yakni antara owner, pemerintah, dan pihak terkait lainnya berkaitan masuknya taksi online di Palembang.

"Ternyata kasus-kasus yang lalu selesai. Yakni dengan duduk bersama, selesai. Jadi yang pikir ke depan yang dibutuhkan itu juga. Semua pihak terkait harus duduk bersama. Di sini kan ada gubernur, ada walikota, ada kapolda, ada kapolresta. Semua. Termasuk Pangdam. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak," ujar Abdullah ini.

Dia juga menyarankan agar driver online tertib dalam berlalu lintas.

Tidak kebut-kebutan sehingga tidak bikin macet. Para driver juga harus ada tes mental.

Dengan demikian wibawa dari perusahaan taksi online meningkat dan kepercayaan masyarakat juga meningkat.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved