Pria Mengaku dari Jambi Ini Dua Hari Nangkring di Pohon Kelapa di Lubuklinggau. Gara-gara Ini
"Sudah kita bujuk, kemudian dibeli nasi bungkus untuk dia makan, tapi tetap tidak mau turun juga," kata Kapolres Lubuklinggau
Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Sudarwan
Namun, meski begitu, untuk menurunkan Suwandi alias Sumadi ini tetap saja berjalan alot.
Ia banyak sekali permintaan, seperti minta nasi bungkus, minuman, rokok, dan baju kaos.
Dan saat akan dievakuasi, ia meminta agar petugas yang naik ke atas pakai crane mobil penerangan jalan agar tidak mengenakan baju.
Semuanya sudah dituruti, tapi ia tetap bandel tak mau turun.
Setelah memakan waktu "negosiasi" sekitar empat jam, pada Senin (7/8/2017) sekitar pukul 01.00 dinihari, anggota Polsek Lubuklinggau Timur bersama warga setempat akhirnya berhasil menurunkan Suwandi alias Sumadi dari atas pohon kelapa.
Itu pun dengan sedikit memaksa agar yang bersangkutan mau turun, demi keamanannya.
"Yang bersangkutan berhasil diturunkan, selanjutnya dibawa ke Dinas Sosial Kota Lubuklinggau. Diduga ia mengalami gangguan kejiwaan," ujar AKP M Ismail.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, Suwandi alias Sumadi ini mengaku berasal dari Jambi hendak menuju wilayah Tebo, Provinsi Jambi.
Namun diduga ia tertidur di dalam mobil yang ditumpanginya, hingga sampai dibawa ke Bengkulu.
Sopir mobil yang mengetahui ada salah seorang penumpangnya yang terlewat, kemudian membawanya ke Lubuklinggau dan diturunkan di depan Pemkab Musirawas di Kelurahan Airkuti Kecamatan Lubuklinggau Timur Kota Lubuklinggau.
Ia kemudian disuruh ke kantor Dinas Sosial.
Namun karena sudah kemalaman dan takut dianggap maling, ia kemudian naik pohon kelapa.
Hingga akhirnya berhasil diturunkan setelah dua hari dua malam nangkring di atas pohon kelapa tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/suwandi-alias-sumadi_20170807_104638.jpg)