Menikah Muda

Di Usia 16 Tahun Remaja Ini Menikah dan Hamil, Namun Hal Menyedihkan Terjadi Pada Dirinya

Menikah memang sebuah ibadah, agama pun memperbolehkan sepasang manusia untuk melakuan hal tersebut. Namun kalian pasti pernah dengar dong kalau meni

Editor: Bedjo

SRIPOKU.COM - Menikah memang sebuah ibadah, agama pun memperbolehkan sepasang manusia untuk melakuan hal tersebut.

Namun kalian pasti pernah dengar dong kalau menikah di usia dini itu sangat rentan.

Berita Lainnya:
Heboh Gadis 5 Tahun Menikah Dengan Sahabatnya yang Berusia 6 Tahun, Hingga Berakhir Tragis

Rentan dalam hal ini adalah dalam hal emosi karena tentunya usia remaja biasanya emosional seseorang masih labil.

Tak hanya itu, usia dini juga rentan dalam kesehatan fisik, karena organ tertentu terkadang belum berkembang dan matang dengan benar.

Apalagi bagi remaja wanita, biasanya rahim dan alat vital para remaja perempuan belum benar-benar sempurna layaknya wanita dewasa.

Seorang dokter bernama Dwirani Amelia yang bekerja di Rumah Sakit Ibu dan Anak Budi Kemuliaan, menceritakan kasus yang terjadi pada seorang remaja 16 tahun.

Melalui akun Facebook-nya, ia menceritakan bagaimana seorang remaja wanita berusia 16 tahun bertaruh nyawa saat ia mengandung anaknya.

Ternyata dalam kondisi hamil 9 bulan, remaja ini ternyata mengalami preeklampsia yang diperberat dengan edema paru hingga ia akhirnya berhenti bernafas.

Bayinya pun berhenti berdetak jantungnya beberapa saat setelah tim dokter melakukan intubasi.

Kondisi remaja ini yang disebutkan berama Marsha ini tak sadarkan diri, sementara bayi yang ia kandung ternyata sudah tak bisa diselamatkan.

Berikut ini cerita lengkap yang TribunStyle.com lansir dari laman Facebook Dwirani Amelia (25/7).

"Saya ingin bercerita lebih panjang daripada biasanya.
Semata-mata karena saya concern dengan apa yang terjadi di depan mata saya.
Cerita ini dimulai dari suatu malam.....

Malam itu seperti juga malam malam jaga yang biasa. Pasien emergensi seharian ini cukup ramai lancar dan Alhamdulillah sejauh ini tertangani. Sekitar pukul 1 malam kondisi IGD dan Kamar Bersalin sudah berangsur tenang.

Menjelang pukul 4 pagi ketenangan malam dipecahkan oleh suara panggilan di pengeras suara yg menempel di langit-langit lorong rumah sakit: 'code blue...code blue....kepada tim code blue diharap segera menuju IGD...' diulang hingga 2 kali.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved