Walikota Pagaralam Minta Warganya Waspadai Amplop Cokelat ini

Amplop cokelat yang berisi surat tanah, izin pedagangan dan cek uang miliaran rupiah tersebut sengaja disebar oknum yang tidak bertanggungjawab

Tayang:
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Amplop cokelat dan isinya yang diduga merupakan alat penipuan yang beredar di Kota Pagaralam, Kamis (20/7/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Beberapa hari belakangan ini warga Kota Pagaralam heboh dengan banyaknya penemuan amplop cokelat di depan rumah mereka.

Amplop cokelat yang berisi surat tanah, izin pedagangan dan cek uang miliaran rupiah tersebut sengaja disebar oknum yang tidak bertanggungjawab sebagai modus penipuan baru.

Bahkan hal ini sudah menjadi sorotan dari Walikota Pagaralam, Hj Ida Fitriati.

Pasalnya salah satu orang terdekatnya nyaris menjadi korban penipuan berkedok imbalan uang tersebut.

Untuk itu Wako mengimbau kepada seluruh masyarakat Pagaralam untuk tidak tertipu modus penipuan baru tersebut.

Walikota Pagaralam, Hj Ida Fitriati mengatakan kepada Sripoku.com, Kamis (20/7/2017), kronologis penipuan tersebut berawal dari warga yang menemukan satu amplop berkas dalam amplop yang berisikan berkas suatu perusahaan yang tercecer jalan atau di suatu tempat.

Dengan itikad baik korban pun menghubungi nomor telepon yang tertera di dalam berkas tersebut.

Kemudian yang bersangkutan pun diminta untuk mengembalikan berkas tersebut dan diiming-imingi akan diberikan imbalan uang Rp130 juta dengan syarat penemu berkas tersebut memberikan nomor rekening kepada si pemilik berkas.

Setelah itu diduga pelaku akan membobol rekeking korban.

Ini diduga modus kejahatan dilakukan dengan cara membobol rekening korban.

"Jangan mudah percaya dengan iming-iming uang tersebut dan jangan memberikan nomor rekening apapun. Kalau memang surat tersebut penting maka pemiliknya minta ambil sendiri," imbau Ida.

Wako juga mengatakan, tidak hanya modus penipuan semacam ini yang perlu diwaspadai, cukup banyak modus modus lain seperti SMS gelap yang menyatakan kalau kita dapat hadiah undian, mobil dan semacamnya.

"Bahkan ada juga yang mengirim pesan melalui SMS, kalau ada salah satu di antara anggota keluarga kita yang sakit ataupun kecelakaan, namun ujungnya meminta kita untuk mengirimkan sejumlah uang," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved