Ribuan Kepik Serbu Rumah Warga di Lubuklinggau. Baunya itu Buat Mual
Ribuan serangga kepik menyerbu ke rumah warga di Kecamatan Majapahit Lubuklinggau Sumatera Selatan.
Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Sejak sepekan terakhir, sebagian warga Kota Lubuklinggau dibuat resah dengan kemunculan serangga kepik ke rumah-rumah mereka.
Serangga berwarna coklat kehitaman dengan bau menyengat yang oleh sebagian warga lokal ada yang menyebutnya dengan nama kepinding tanah ini datang pada malam hari. Jumlahnya mencapai ribuan ekor.
Serangga dengan ukuran kira-kira sebesar lalat hijau ini, sepertinya menyukai cahaya. Sebab, paling banyak ditemukan menempel di dinding atau pintu rumah yang diterangi oleh cahaya lampu.
Saat malam tiba, kepik mulai bermunculan memenuhi teras rumah. Setiap celah yang ada dimasukinya secara bergerombol.
"Entah darimana datangnya, sudah sekitar satu minggu ini kalau malam hari pasti datang. Bukan satu dua ekor, tapi ribuan. Pagi-pagi saat membersihkan rumah, bisa terkumpul sekantong kresek besar, mungkin ada sekitar dua kiloan beratnya kalau dikumpulkan," ungkap Ny Mar (49), warga RT4 Kelurahan Batuurip Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kamis (13/7/2017).
Warga lainnya, Ny Ros (37) mengatakan hal serupa. Tak hanya diluar rumah saja, kepik bahkan masuk ke dalam rumah, meskipun pintu dan jendela sudah ditutup rapat.
"Serangga ini masuk lewat celah bawah pintu, atau lewat lobang angin yang kawat nyamuknya tidak rapat. Walaupun pintu dan jendela ditutup rapat, kepik ini tetap bisa masuk. Asal ada celah sedikit saja, dia masuk," ujarnya.
Selain dibikin repot membersihkan rumah di pagi hari, warga juga risih dengan baunya yang menyengat. Sebab, serangga berbentuk pipih ini, mengeluarkan bau tidak sedap.
"Ditempat kami juga banyak bermunculan. Baunya itu yang bikin nggak tahan, menyengat sekali. Kalau dia datang kadang bikin mual," ungkap Hengki (37), warga Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur.
Panca (40), yang berkantor di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Lubuklinggau Timur mengungkapkan hal serupa.
Menurutnya, sudah sekitar sepekan ini dibikin resah dengan kemunculan kepik. Ia yang terkadang bekerja hingga larut malam di kantornya, terpaksa mematikan lampu teras kantor.
Sebab, kalau lampu dinyalakan, sudah dipastikan datang serbuan kepik yang jumlahnya cukup banyak.
"Ya benar, sekarang memang banyak sekali kepik datang kalau malam hari. Makanya kalau saya kerja malam, lampu teras kantor saya matikan. Kalau tidak pasti diserbu," ungkap Panca.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kepik_20170713_210815.jpg)