Pemilihan Walikota Pagaralam

Golkar Belum Tentu Dukung Dua Balon Petahana, Bisa Saja Usung Balon Lain

Hj Ida Fitriati saat ini merupakan fungsionaris Partai Golkar sedangkan Novirzah Djazuli merupakan putra Djazuli Kuris yang mantan Walikota Pagaralam

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Sudarwan
SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
FORMULIR PENDAFTARAN : Walikota Pagaralam Hj Ida Fitriati saat mengambil formulir pendaftaran di Partai Hanura (3/7/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Pagaralam mulai membuka pendaftaran calon Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam periode 2018-2023, Senin (10/7/2017).

Sebagai partai pemenang pada pemilihan legislatif (pileg) 2014 lalu partai ini menjadi parpol rebutan para Bakal Calon (Balon).

Meskipun sudah dipastikan akan banyak kandidat yang mencoba bersaing untuk mendapatkan partai berlambang beringin rindang tersebut sebagai partai pengusung, namun kemana arah dukungan Partai Golkar dalam menentukan siapa bakal calon yang akan mereka usung dalam pilkada 2018 nantinya masih mengacu pada mekanisme partai.

Pasalnya, akan ada dua nama besar dari Petahana yang dikabarkan akan berpisah pada pilkada mendatang yaitu Walikota Pagaralam Hj Ida Fitriati dan Wakilnya Novirzah Djazuli.

Novirzah Djazuli mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat Partai Gerindra Pagaralam, Rabu (7/6/2017).
Novirzah Djazuli mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat Partai Gerindra Pagaralam, Rabu (7/6/2017). (SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN)

Sebagaimana diketahui, Hj Ida Fitriati saat ini merupakan fungsionaris Partai Golkar sedangkan Novirzah Djazuli merupakan putra Djazuli Kuris yang mantan Walikota Pagaralam dua periode dan dimisioner DPD Partai Golkar Pagaralam.

Ketua Harian Partai Golkar Sekaligus Ketua Pelaksana Penjaringan, Sugianto menegaskan, bahwa Partai Golkar tidak memiliki kriteria tersendiri dalam menentukan siapa calon yang akan diusung.

"Karena semua ada mekanismenya, dan tentunya Partai Golkar juga masih harus melihat hasil survei siapa yang tertinggi," ujarnya kepada Sripoku.com, Senin (10/7/2017).

Namun pihaknya tidak menampik jika dari Pilkada 2008 lalu kepala daerah atau Walikota Pagaralam berasal dari koalisi Partai Golkar.

"Kita berharap pemenang pilkada 2018 mendatang, juga berasal dari koalisi Partai Golkar meskipun itu bukan kader partai," tegasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved