Beredar Video Orangtua Protes Penetapan Kelulusan Taruna Akpol, Ini Komentar Polri
Nampak sejumlah orangtua para taruna sudah protes dengan nada tinggi di ruang sidang.
Martinus mengatakan, pada prinsipnya dalam penerimaan calon anggota, Polri menerapkan prinsip "Betah" yang merupakan akronim dari bersih, transparan, akuntabel dan humanis.
"Di mana setiap tes itu kita sampaikan nilainya, sehingga sejak awal orang tahu, nomor urut berapa dia, dan kira-kira dia masuk atau tidak, seperti itu. Jadi secara terbuka, di mana-mana sudah dilakukan seperti itu," ujar Martinus.
Martinus mengatakan, sistem penerimaan berdasarkan kuota. Setiap Polda memiliki kuota masing-masing.
Ada hitungannya tersendiri untuk menentukan kuotanya berapa. Misalnya, jika ada 100 orang peserta, minimal 5 sampai 10 persennya yang diambil untuk selanjutnya mengikuti tes lagi di tingkat pusat di Akpol Semarang.
Dengan mengikuti tes lagi, kata dia, diharapkan Polri mendapat calon anggota dengan kompetensi terbaik.
Nantinya di tingkat pusat, peserta dengan nilai terbaiklah yang disebut akan diterima.
"Kalau sudah tingkat pusat maka nilai yang terbaik yang akan diterima," ujar Martinus. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/beredar-video-s_20170630_134734.jpg)