Beredar Video Orangtua Protes Penetapan Kelulusan Taruna Akpol, Ini Komentar Polri

Nampak sejumlah orangtua para taruna sudah protes dengan nada tinggi di ruang sidang.

Editor: Darwin Sepriansyah
Beredar video sejumlah orangtua murid melakukan protes pada sidang penetapan lulus taruna akademi kepolisian (Akpol) dan sidang lulus sementara tamtama Polri Tahun Ajaran 2017 di Polda Jawa Barat. (Youtube) 

Martinus mengatakan, pada prinsipnya dalam penerimaan calon anggota, Polri menerapkan prinsip "Betah" yang merupakan akronim dari bersih, transparan, akuntabel dan humanis.

"Di mana setiap tes itu kita sampaikan nilainya, sehingga sejak awal orang tahu, nomor urut berapa dia, dan kira-kira dia masuk atau tidak, seperti itu. Jadi secara terbuka, di mana-mana sudah dilakukan seperti itu," ujar Martinus.

Martinus mengatakan, sistem penerimaan berdasarkan kuota. Setiap Polda memiliki kuota masing-masing.

Ada hitungannya tersendiri untuk menentukan kuotanya berapa. Misalnya, jika ada 100 orang peserta, minimal 5 sampai 10 persennya yang diambil untuk selanjutnya mengikuti tes lagi di tingkat pusat di Akpol Semarang.

Dengan mengikuti tes lagi, kata dia, diharapkan Polri mendapat calon anggota dengan kompetensi terbaik.

Nantinya di tingkat pusat, peserta dengan nilai terbaiklah yang disebut akan diterima.

"Kalau sudah tingkat pusat maka nilai yang terbaik yang akan diterima," ujar Martinus. (*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved