Masya Allah, yang Disangka Pemulung itu Ternyata Sosok Dermawan yang Shalih

Kisah nyata ini terjadi di masa Rasulullah masih hidup. Adalah dua orang Arab Badui yang tidak disebut namanya ini oleh masyarat

Penulis: Salman Rasyidin | Editor: Salman Rasyidin
Ist
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM -- Kisah nyata ini terjadi di masa Rasulullah masih hidup.

Adalah dua orang Arab Badui yang tidak disebut namanya ini oleh masyarat direkomendasikan untuk mendatangi rumah seorang shalih.

Pasalnya, mereka hendak mencari donatur untuk membiayai mereka berjihad di jalan Allah Ta’ala.

Sesampai di rumah yang dituju, keduanya pun menyampaikan tujuan kedatangannya.

“Jangan terburu-buru pergi ya,” ujar sang shalih sampaikan pesan, “tunggu hingga aku pulang.”

Ia pun mengajak kedua pembantunya.

Dua orang Arab Badui ini memperhatikan.

Mengikuti.

Sang tuan rumah selalu berhenti setiap melihat tempat sampah.

Ia mengambil kain-kain yang bisa dimanfaatkan untuk mengikat perbekalan di atas kuda atau unta.

“Ambil ini, dan bersihkan.” perintahnya kepada kedua pembantunya.

Dihinggapi pesimis, satu di antara dua orang Arab Badui yang melihat tingkah anehnya itu berkata, “Celakalah kita. Sepertinya, lelaki ini hanya seorang pemulung.”

Berupaya baik sangka, sahabatnya pun mengingatkan, “Jangan terburu-buru. Kita tunggu saja.”

Ilustrasi. Pemulung mengambil sampah yang menumpuk di Kali Sunter, Kemayoran, Jakarta Utara, Senin (4/10/2010).
Ilustrasi. Pemulung mengambil sampah yang menumpuk di Kali Sunter, Kemayoran, Jakarta Utara, Senin (4/10/2010). (KOMPAS IMAGES)

Seperti dipublikasikan Kisahikmah, kedua orang Badui ini terus mengikuti, sang shalih pun sampai di sebuah pasar.

Ia mendatangi pedagang unta.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved