Bunuh Calon Istri dengan Cara Sadis, Benarkah Asworo Ingin Menguras Harta Wiwid?

Namun ada juga beredar isu bila Asworo merasa malu dengan Wiwid lantaran semua biaya pernikahan mereka ditanggung Wiwid.

Tayang:
Editor: Sudarwan
Facebook
wiwit 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Terduga pelaku pembunuhan terhadap Chatarina Wiedyawati alias Wiwid yang tidak lain calon suaminya Azz Martinus alias Asworo sudah ditangkap dan diamankan di Mapolda Sumsel.

Namun hingga kini polisi masih melakukan pendalaman terkait motif pembunuhan yang diduga dilakukan Asworo terhadap calon istrinya tersebut.

Karena sampai saat ini Asworo masih belum bisa memberikan keterangan pasti terkait motif dirinya sampai tega membunuh Wiwid.

Banyak isu berkembang, bila Asworo yang merupakan pegawai koperasi di salah satu SMA Swasta di Palembang hanya ingin menguras harta milik Wiwid yang bekerja di perusahaan alat berat.

Baca: Kisah Tragis Wiwid, Meninggal dengan Gaun Pengantin hingga Pelarian Kekasih yang Begitu Kejam

Namun ada juga beredar isu bila Asworo merasa malu dengan Wiwid lantaran semua biaya pernikahan mereka ditanggung Wiwid.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto ketika dikonfirmasi terkait penangkapan Asworo menuturkan, pihak kepolisian belum bisa merilis Asworo yang ditangkap Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel di Lampung, Senin (12/6/2017) lantaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Erlintang Jaya (baju biru), saat memimpin penangkapan terhadap Asworo di Lampung, Senin (12/6).
Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Erlintang Jaya (baju biru), saat memimpin penangkapan terhadap Asworo di Lampung, Senin (12/6). (SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH)

"Sekarang, dia (Asworo, red) masih diperiksa secara intensif. Pemeriksaan ini, terkait motif pasti pembunuhan yang dilakukannya," ujar Agung, Selasa (13/6/2017).

Dijelaskan Kapolda, Asworo selalu memberikan keterangan yang berubah-ubah terkait motif dirinya sampai tega membunuh calon istrinya sendiri.

Dari ketidakpastian itulah, penyidik memutuskan untuk melakukan pendalaman interogasi terhadap Asworo di Mapolda Sumsel.

"Insya Allah, besok kalau sudah terungkap akan kami ekspos," kata jenderal bintang dua ini.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto, M.Si
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto, M.Si (SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH)

Selain itu, dari informasi yang diperoleh dari berbagai sumber yang dapat dipercaya bila Asworo ini sengaja menghabisi nyawa Wiwid lantaran tidak tahan menanggung malu lantaran biaya pernikahan mereka.

Versi lain juga mengungkapkan, Asworo hanya ingin menguras harta dari Wiwid yang sudah banyak terkumpul.

Dari itulah, ia memutuskan untuk menghabisi nyawa Wiwid saat berencana berangkat ke Yogyakarta untuk melangsungkan foto prewedding.

Ketika menjemput Wiwid di Prabumulih menggunakan mobil sewaan dan menuju ke Palembang, ternyata mereka tidak langsung berangkat ke Yogyakarta.

Tim Rimau Polda Sumsel berhasil menangkap Asworo di tempat persembunyiannya di Lampung, Senin (12/6/2017).
Tim Rimau Polda Sumsel berhasil menangkap Asworo di tempat persembunyiannya di Lampung, Senin (12/6/2017). (SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH)

Akan tetapi sempat menginap di salah satu hotel di kawasan Jalan Angkatan 45 Palembang.

Di sini, mereka menginap semalam sebelum berangkat ke Yogyakarta.

Keesokan harinya, mereka baru berangkat menuju ke Bandara Internasional SMB II Palembang.

Namun, jalan yang mereka lalui bukan jalan kota melainkan melalui jalan yang dikenal dengan nama
Jalan Kebun Sayur atau saat ini bernama Jalan Noerdin Pandji.

Saat melintasi jalan tersebut Asworo merencanakan membunuh Wiwid.

Saat di dalam mobil, Asworo menggunakan kunci roda untuk memukul kepala Wiwid.

Namun pukulan yang dilakukan Asworo tidak membuat
Wiwid tewas seketika.

Korban yang sudah dalam keadaan kepala mengalami luka, sempat mengingatkan Asworo mengenai Romo yang tidak lain bapak angkat dari Asworo.

Namun, Asworo tetap saja menghabisi nyawa Wiwid menggunakan kunci roda hingga akhirnya merengang nyawa.

Usai menghabisi nyawa Wiwid, barulah Asworo membawa mayat Wiwid ke kawasan Sukawinatan dan membuangnya di sana.

Asworo sempat pulang ke mess-nya untuk mencuci mobil karena banyaknya bekas darah Wiwid.

Setelah itu barulah Asworo kabur dan meninggalkan mobil yang telah mereka rental.

Ia kabur ke Lampung dengan mengambil barang berharga milik Wiwid termasuk ATM yang digunakan Asworo untuk mengambil uang.

Dari pihak keluarga juga membenarkan bila selama berpacaran Asworo selalu meminta uang kepada Wiwid yang memiliki gaji lebih besar dari dirinya.

Hingga akhirnya, pembunuhan dilakukan Asworo terhadap Wiwid yang ditemukan sudah membusuk di kawasan
Sukawinatan. (diw/ard/TS)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved