Baca Pesan Terakhir sang Istri, Pria Ini Telah Kehilangan Seluruh Dunianya, Miris!

Kisah haru ini terjadi pada kesetiaan seorang istri terhadap suaminya. Berawal dari sang suami membaca pesan terakhir yang dikirim oleh istrinya. Si

Penulis: pairat | Editor: pairat
Istimewa

SRIPOKU.COM--  Kisah haru ini berawal dari sang suami membaca pesan terakhir yang dikirim oleh istrinya.

Simak kisah harunya!

istri
istri (Istimewa)

Istriku seperti buntut kecilku, dia selalu menemukan dimana aku berada. Aku sebal, tapi dia seneng-seneng aja. Tapi, buntut kecilku ini tiba-tiba hilang selamanya di tengah hujan besar itu…

Aku sangat amat sedih, di dalam hatiku ada rasa bersalah yang amat besar, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.

Di hari pernikahanku, istriku menggunakan uang yang seharusnya dipakai membeli cincin, untuk membelikanku ponsel baru.
Waktu itu hari sudah malam, kami berdua berada di dalam selimut memilih ringtone hp bersama-sama.

Kami merasa, hidup itu mirip dengan ringtone, suaranya penuh dengan harapan dan sangat terdengar jelas.

istri
istri (Istimewa)

Sejak hari itu, aku sering mendengarnya setiap kali istriku telepon.
"Suamiku, nanti pulang beliin sayur ya.."
"Suamiku, aku kangen, aku cinta kamu.."
"Suamiku, nanti malem ke rumah mama makan yuk.."
Aku merasa ada kehangatan yang amat besar di hatiku.

Suatu kali, baterai HPku habis, aku kebetulan harus rapat dengan atasanku sehingga malam itu aku pulang malam sekali.

Waktu aku sampai di rumah, aku melihat wajah istriku sudah sembab, matanya merah habis menangis.

Ternyata setelah jam pulang kerja, setiap jam istriku pasti menelepon, namun tidak ada jawaban.

Istriku sangat khawatir ada apa-apa yang terjadi padaku, akhirnya terus menelepon sampai aku membuka pintu rumah, dia baru menaruh teleponnya.

istri
istri (Istimewa)

Aku kaget, namun aku langsung mengatakan, "Aku juga bukan anak kecil, memangnya bisa gimana?"

Tapi istriku sepertinya punya perasaan, kalau gak angkat telepon berarti aku gak akan pulang ke rumah.

Aku elus kepalanya sambil tertawa, "Dasar kamu.."
Tapi sejak saat itu, aku tidak akan membiarkan ponselku kehabisan baterai.

Tidak lama setelah itu aku naik jabatan, aku juga sudah mengganti ponselku beberapa kali. Sampai suatu hari, aku ingat aku masih berhutang cincin pernikahan pada istriku.

Aku langsung mengajaknya untuk pergi membeli cincin.

Suatu malam, aku dan teman kerjaku pergi makan keluar, kami makan dan mengobrol dengan asik sampai waktu istriku menelepon, "Kamu dimana? Kenapa belum pulang?

"Aku lagi makan sama teman kantor."
"Kamu pulang jam berapa?"
"Bentar lagi.."

istri
istri (Istimewa)

Malam itu, istriku menelepon terus menerus. Di luar hujan lebat, istriku menelepon lagi. "Kamu dimana? Lagi apa? Cepat pulang!"

"Aku kan udah bilang aku lagi bareng temen kantor. Ini di rumah dia, ujan besar begini aku gimana pulang?"
"Kalau gitu kamu kasih tahu aku dimana, aku jemput kamu."
"Gak perlu…"
Semua temanku mengejekku "suami takut istri" saat itu. Karena marah, aku matikan ponselku.

Hari sudah terang, aku akhirnya bermain dan mengobrol semalaman di rumah teman kerjaku. Besok paginya salah satu teman kerjaku mengantarku pulang ke rumah.

Waktu aku masuk ke rumah, istriku tidak ada, saat itulah aku menyalakan ponselku dan datanglah telepon dari ibu mertuaku. Di dalam telepon dia terus menangis, "Tengah malam hujan lebat dia naik motor pakai payung cari

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved