PT INKA Berharap Selain Bangladesh, Malaysia Tetap Beli Kereta

Selain memproduksi untuk PT Kereta Api Indonesia, kata Agus, PT INKA juga mengekspor gerbong, kereta rel diesel, LRT, hingga lokomotif ke negara-negar

Editor: Bedjo

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Persero) R Agus Haryata Purnomo menyebut banyak negara yang tertarik memesan dan menggunakan kereta produksi Madiun tersebut.

Berita Lainnya:
Target, PT INKA Kuasai Pasar Asia Selatan dan Afrika

Selain memproduksi untuk PT Kereta Api Indonesia, kata Agus, PT INKA juga mengekspor gerbong, kereta rel diesel, LRT, hingga lokomotif ke negara-negara lainnya.

"Produk kami juga sudah jalan di negara lain. Seperti Malaysia, Bangladesh, Australia, Filiphina, Afrika," kata Agus, saat menyampaikan sambutannya dalam penandatanganan kerja sama dengan Bank Mandiri dan PT Sarana Multi Infrastruktur, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/2017).

Dia mengatakan, sudah ada 150 kereta yang diekspor ke negara lainnya. Ia berharap, pendapatan ekspor yang diterima tahun ini mencapai 150 juta dollar AS.

Dia mengaku sudah melakukan survei ke beberapa negara dan meyakini kereta produksi Indonesia mampu bersaing dengan kereta asing. Seperti contohnya kereta buatan Eropa, Jepang, dan China.

"Kami tidak akan gembar gembor kalahkan China. Tapi pelan-pelan kami akan ambil dan harus menang, diam-diam akan memenangkan persaingan," kata Agus.

Direktur Keuangan PT INKA Mohamad Nur Sodiq mengatakan, setiap harinya mereka menerima delegasi dagang dari berbagai negara. Pihaknya menginginkan pertemuan itu dapat berlanjut hingga bisnis.

Masing-masing negara, kata dia, memiliki kebutuhan kereta masing-masing. Permintaan kereta akan disesuaikan dengan panjang jalur kereta atau rel yang negara-negara tersebut miliki.

Hingga kini, Bangladesh merupakan negara yang paling banyak memesan kereta ke PT INKA.

"Saya lupa persisnya (jumlah), Malaysia juga (banyak memesan kereta INKA). Terakhir, Malaysia pesan 4 tahun lalu, mudah-mudahan bisa pesan lagi dam akan kami penuhi selama bisa dipenuhi," kata Sodiq.

Saat ini PT INKA tengah menyelesaikan pembuatan 10 trainset kereta rel listrik (KRL) Bandara Soekarno Hatta yang ditargetkan rampung akhir tahun 2017.

Selain itu, PT INKA juga tengah menyelesaikan 8 trainset Light Rail Transit (LRT) untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games di Palembang.

Penulis: Kurnia Sari Aziza

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs http://bisniskeuangan.kompas.com/ dengan Judul:
Selain Bangladesh, PT INKA Berharap Malaysia Tetap Beli Kereta

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved