Mayat Bertato Dalam Karung Itu Ternyata Warga Jambi Bernama Mualim

Mayat pria bertato ular kobra di lengan kanan dan naga di lengan kirinya itu adalah Mualim (29, warga Jalan Dewi Sartika Jambi.

Mayat Bertato Dalam Karung Itu Ternyata Warga Jambi Bernama Mualim
SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH
Petugas Polsek Pemulutan Ogan Ilir saat melakukan evakuasi mayat dalam karung tanpa identitas. Mayat laki-laki bertato Naga dan ular jkobra tersebut ternyata bernama Mualim (29) warga Jambi. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kepolisian akhinya berhasil mengungkap identitas mayat dalam karung, yang ditemukan di Jalan Lintas Timur Km 7 Palembang-Indralaya, tepat di bawah Jembatan Kurung, Desa Sukarame, Pemulutan Induk, Kamis (1/5) sekitar pukul 15.45 WIB.

Mayat pria bertato ular kobra di lengan kanan dan naga di lengan kirinya itu adalah Mualim (29), seorang petani yang merupakan warga Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Wiroto Agung, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Mayat bertato kobra dan naga di lengan kanan dan kiri ini tanpa identitas ditemukan warga terbungkus karung dekat Jembatan Kurung Jalan Lintas Palindra Seda Sukarame Pemulutan Ogan Ilir.
Mayat bertato kobra dan naga di lengan kanan dan kiri ini tanpa identitas ditemukan warga terbungkus karung dekat Jembatan Kurung Jalan Lintas Palindra Seda Sukarame Pemulutan Ogan Ilir. (SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH)
Tato di lengan kiri korban bergambar naga dan dibawahnya ada tulisan nama Aditya dan gambar bintang segi lima
Tato di lengan kiri korban bergambar naga dan dibawahnya ada tulisan nama Aditya dan gambar bintang segi lima (SRIPOKU.COM/DARWIND SEPRIYANSYAH)

Pamin Yandokpol RS Bhayangkara Palembang, Iptu Edinson mengatakan, identitas korban diketahui dari sidik jari yang terekam dalam KTP elektronik.

Pihaknya pun sudah menghubungi keluarga korban dan menerangkan ciri-ciri yang ada di tubuhnya dan ternyata benar jenazah tersebut adalah Mualim.

"Keluarga korban segera datang ke sini untuk menjemput jenazah," katanya, saat ditemui di RS Bhayangkara, Palembang, Jumat (2/6) sore.

Sementara Dokter Forensik RS Bhayangkara, dr Indra Nasution mengatakan, pihaknya telah melakukan visum luar terhadap korban.

Hasilnya diketahui ada dua luka bekas penganiayaan di tubuh korban. Kemudian, satu luka robek di kepala belakang korban dan satu luka di pelipis. Di lehernya pun ada bekas jeratan tali, tepatnya di bawah tulang jakun.

"Korban diperkirakan tewas sudah lebih dari 24 jam sebelum ditemukan. Sebab, kekakuan mayat sudah berangsur hilang setelah lebih dari sehari tewas," jelasnya.

Dikatakan, dilihat dari bekas luka dan postur fisik tubuh korban, diperkirakan pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap korban berjumlah lebih dari satu orang.

"Tidak mungkin hanya seorang, sebab tubuhnya cukup besar. Tapi, pastinya tunggu penyelidikan selesai," ungkapnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved