Indahnya Hidup Bertetangga Selama Ramadan, Ini Tips dan yang Harus Dilakukan

MARHABAN ya Ramadan. Bulan suci nan penuh berkah, bulan dimana umat Islam diwajibkan berpuasa. Puasa dalam bahasa Arab disebut dengan istilah "ash-shi

Editor: Bedjo
bukitsoeryoresidence.blogspot.com
Ilustrasi - Hidup Bertetangga. 

Dan termasuk hak-hak bertetangga adalah tidak menghalangi tetangga untuk menancapkan kayu atau meletakkannya di atas dinding untuk membangun kamar, dan sejenisnya. “Janganlah salah seorang di antara kalian melarang tetangganya menancapkan kayu di dinding (tembok)nya” (HR.Bukhari No.1609); Muslim No.2463); dan lafazh hadits ini menurut riwayat beliau; Ahmad No.7236); at-Tirmidzi No.1353); Abu Dawud No.3634); Ibnu Majah No.2335); dan Malik No.1462).

Akan tetapi, diperbolehkannya menyandarkan kayu ke dinding tetangga dengan beberapa syarat, yakni tidak merusak atau merobohkan dinding tembok; iia sangat membutuhkan untuk meletakkan kayu itu di dinding tetangganya; dan tidak ada cara lain yang memungkinkan untuk membangun selain menyandarkan kepada tembok tetangga.

Apabila salah satu atau sebagian dari ketentuan ini tidak dipenuhi, maka tetangga tidak boleh memanfaatkan bangunan dan menyandarkannya kepada tembok tetangganya karena akan menimbulkan mudharat yang telah terlarang secara syari’at, “Tidak boleh memberi bahaya dan membahayakan orang lain” (HR. Ibnu Majah (no.2340); dan Syaikh Al-Albani menshahihkannya (no.1910,1911)).

Ketiga, memelihara hak-hak tetangga, terutama tetangga yang paling dekat. Di antara hak tetangga yang harus kita pelihara adalah menjaga harta dan kehormatan mereka dari tangan orang-orang jahat, baik saat mereka tidak di rumah maupun di rumah, memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan, serta memalingkan mata dari keluarga, terutama wanita dan merahasiakan aib mereka.

Keempat, tidak mengganggu tetangga, seperti mengeraskan suara radio atau TV, melempari halaman mereka dengan kotoran, atau menutupi jalan bagi mereka.

Seorang mukmin tidak dihalalkan mengganggu tetangganya dengan berbagai macam gangguan.

Dalam hadits Abu Hurairah ra disebutkan adanya larangan dan sikap tegas bagi seseorang yang mengganggu tetangganya.

Rasulullah Saw menggandengkan antara iman kepada Allah dan hari Akhir, menunjukkan besarnya bahaya mengganggu tetangga.

Abu Hurairah ra berkata, "Rasulullah Saw bersabda; “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya." (HR. Bukhari No.1609; Muslim No.2463; dan lafazh hadits ini menurut riwayat beliau, Ahmad No.7236; at-Tirmidzi No.1353; Abu Dawud No.3634; Ibnu Majah No.2335; dan Malik No.1462)).

Kelima, memberikan nasihat dan peduli. Sudah seharusnya kita mengajak mereka agar berbuat yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar dengan bijaksana (hikmah) dan nasihat baik, tanpa maksud menjatuhkan atau menjelek-jelekan mereka.

Selain itu, kita diwajibkan jenguk tetangga kita apabila ia sedang sakit dan peduli untuk membantu mereka yang kekurangan atau kelaparan.

Bahkan Allah Swt menyindir orang yang tidak peduli pada nasib orang lain yang miskin sebagai pendusta agama.

Juga Allah Swt mengatakan orang yang tidak peduli dengan nasib fakir miskin dan anak yatim sebagai orang yang tidak mempergunakan potensi pancaindranya untuk melihat keadaan sekelilingnya.

Orang yang tidak peduli dengan orang lain juga disebut sebagai orang yang salah menilai atau memandang kehidupan.

Islam berusaha mewujudkan hal tersebut dan salah satu metodenya adalah dengan menekankan bagi pemeluknya untuk menunaikan hak-hak para tetangga. Islam memerintahkan untuk senantiasa berbuat baik terhadap tetangganya dan tidak menyakiti mereka.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved