Ramadan 2017
Puasa Jalan Menuju Ketakwaan
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa
Lalu kenapa tujuan kita berpuasa agar kita bertakwa bukan untuk masuk surga atau yang lain.
Karena orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kita. Sebagaimana tergambar dalam surat cinta Nya Qs.49:13
Artinya : “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Maka dengan momentum datangnya bulan romadhan ini mudah-mudahan puasa kita menjadikan kita orang yang bertakwa, sehingga kita termasuk orang yang mulia di sisi Allah.
Ketika bulan ramadan datang sering kita dengar kata shiam dan kata ramadhan kedua kata ini sering kita sama artikan, padahal kedua kata ini berbeda satu sama lain.
Kata shiam berasal dari bahasa arab yang artinya menahan sedangkan dalam bahasa sangsekerta di sebut juga puasa. Sebagaimana disebutkan dalam firman Nya Qs.2:183
Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. “
Sedangkan kata ramadhan berasal dari bahasa arab yang artinya membakar dosa atau menghapus dosa. Jadi bulan ramadhan adalah bulan dimana kita diberi kesempatan oleh Allah untuk menghapus dosa kita dengan cara berpuasa. Sebagaimana di gambarkan dalam firman Nya Qs.2:185
Artinya : “ Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."
Jadi bulan ramadahan adalah bulan ampunan dimana dosa-dosa kita akan terbakar habis dengan cara kita berpuasa atau menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dan pahala puasa.
Dengan demikian memang benar tujuan berpuasa adalah agar kita bertakwa kepada Allah.
Ciri-ciri orang yang bertakwa adalah selalu mohon ampun, sedekah sempat sempit, sabar, pemaaf dan selalu berbuat baik.
Pada bulan ramadan kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak mohon ampun, kemudian bersedekah dengan memberi makan fakir miskin, selalu bersabar dalam segala hal, saling memaafkan kesalahan satu sama lain dan selalu berbuat baik kepada sesama manusia supaya kita mencapai predikat takwa.
Dengan mencapai predikat takwahlah semua dosa kita akan diampuni Nya. Sebagaimana Allah jelaskan dalam firman Nya Qs.8:29
Artinya : “ Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.”