Aksi 212 Bakal Difilmkan, Ternyata Begini Bocorannya
Namun, ada alur cerita dengan penokohan fiktif yang terinspirasi serta mengadaptasi kisah-kisah emosional dan menyentuh selama aksi damai berlangsung.
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Candra Okta Della
SRIPOKU.COM--Unjuk rasa yang dilakukan umat muslim di tahun 2016 kepada Basuki Tjahaja Purnama karena melakukan penistaan agama, tak bisa dipungkiri menjadi fenomena luar biasa bagi Indonesia.
Gelombang tuntutang yang silih kali datang, memuat cerita menarik sendiri.
Menangkap fenomena tersebut, aksi protes tuntutan kepada Ahok itu bakal naik layar, dengan judul 212 The Power Of Love.
Belum diketahui pasti kapan film itu bakal diputar, namun beberapa nama sebagai pemerannya seperti Fauzi Baadilla dan Hamas Syahid Izzuddin mulai memberikan sedikit bocoran terkait film 212.
FIlm ini ditangani oleh Warna Pictures.
Sebelumnya, sutradara Jastis Arimba mengatakan, film akan berdasarkan fakta dan data saat peristiwa fenomenal terjadi.
Namun, ada alur cerita dengan penokohan fiktif yang terinspirasi serta mengadaptasi kisah-kisah emosional dan menyentuh selama aksi damai berlangsung.
"Film ini berbicara soal kekuatan cinta, cinta dalam hubungan antara satu manusia dengan yang lain, juga cinta antara manusia dengan Sang Pencipta," ujar Jastis
Ia menyampaikan, tokoh utama film bernama Rahmat, seorang jurnalis yang awalnya skeptis terhadap berlangsungnya aksi.
Rahmat mendapat hikmah dan hidayah meski awalnya terpaksa berpartisipasi dalam Aksi 212 karena menemani ayahnya yang sakit-sakitan.
Jastis memastikan, fokus cerita sama sekali tidak politis dan tidak mendapatkan intervensi dari pihak manapun.
Tim produksi yang juga terdiri dari konsultan produser Ustaz Erick Yusuf itu berusaha menyampaikan momen penting 212 dengan sejujur-sejujurnya.
Film dibintangi oleh Fauzi Baadila sebagai tokoh utama Rahmat, bersama Adhin Abdul Hakim, Hamas Syahid, Asma Nadia, Meyda Sefira, Cholidil Assadil Alam, Ustaz Erick Yusuf, dan masih banyak lagi. Skenario ditulis oleh Ali Eounia, Jastis Arimba, dan disupervisi oleh Helvy Tiana Rosa yang rencananya juga diterbitkan sebagai novel.
"Film ini bukan tentang gerakan politik atau kisah cinta biasa. Seperti 212 yang merupakan aksi damai, film ini juga membawa pesan damai dari umat Islam Indonesia," ungkap Jastis.
Berikut ini adalah sinopsisnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/212_20170527_100155.jpg)