Tak Pernah Digaji, Ratusan Perawat Puskesmas dan RSUD di Empatlawang Pertanyakan Status

"Maksud kami ke sini silahturahmi menanyakan data kami honorer. Ada tidak nama kami terdaftar di BKPSDM ini," kata salah seorang perawat

Penulis: Awijaya | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Ratusan tenaga perawat dari sepuluh Puskesmas dan RSUD Empatlawang mendatangi kantor Badan Kepegawaiaan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Empatlawang, Selasa (23/5/2017), menanyakan kejelasan data perawat. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Awijaya

SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG - Sebanyak 158 perawat dari 10 Puskesmas dan RSUD Empatlawang, masing-masing tenaga TKS dan honorer mendatangi Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Empatlawang, Selasa (23/5/2017)

Mereka mempertanyakan kepada pihak BKPSDM mengenai kejelasan mereka bekerja selama ini sebagai perawat di Puskesamas dan RSUD terdaftar atau tidak di BKPSDM Empatlawang.

"Maksud kami ke sini silahturahmi menanyakan data kami honorer. Ada tidak nama kami terdaftar di BKPSDM ini," kata salah seorang perawat, Didi Permana.

Menurut Didi pihaknya sebetulnya ingin duduk bersama dengan pihak BKPSDM mengenai tuntutan dari rekan perawat.

"Ini silaturahmi bukan demo, dari bawahan ke pihak berwenang. Wajar kan. Kami igin mensinkronkan data. Takutnya nama kami tidak ada di sini," tegas Didi didampingi perawat lainya Juanda.

Didi bercerita, selama ini tenaga perawat tidak memiliki gaji tetap walaupun ada hanya kebijakan dari kepala Pusekesmas semata.

Untuk hidup sehari-hari mencari tambahan dari luar.

Ratusan tenaga perawat dari sepuluh Puskesmas dan RSUD Empatlawang mendatangi kantor Badan Kepegawaiaan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Empatlawang, Selasa (23/5/2017), menanyakan kejelasan data perawat.
Ratusan tenaga perawat dari sepuluh Puskesmas dan RSUD Empatlawang mendatangi kantor Badan Kepegawaiaan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Empatlawang, Selasa (23/5/2017), menanyakan kejelasan data perawat. (SRIPOKU.COM/AWIJAYA)

"Kalau gaji memang tidak ada dari dulunya. Bukan berapa bulannya belum gajian. Memang tidak ada gaji. Uang nyari sendiri di luar," katanya.

Seorang perawat lainnya, Eri, mengatakan, ia sudah menjadi tenaga honorer selama 12 tahun.

Ia berharap agar data honorer diperjelas dan bisa didata.

Karena kalau mengandalkan dari honorer mungkin gaji tidak akan cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

"Mungkin saja kalau kami ini terdaftar di BKPSDM kalau saja ada ujungnya nanti," katanya.

Sementara kepala BKPSDM sedang tidak ada di kantor, diwakili Kasubid Pengadaan, Khairil menyampaikan agar para perawat untuk menanyakan kepada Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) bersangkutan, seperti Dinas Kesehatan.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved