Menjomblo Jadi Tren! Ini Alasannya
Menurutnya banyaknya orang yang hidup sendiri alias melajang menjadi manfaat bagi keluarga, teman, tetangga, dan komunitas kita.
SRIPOKU.COM - Menurut laporan Pew 2014, jumlah orang dewasa tunggal di berbagai negara di seluruh dunia kian meningkat.
Diperkirakan orang dewasa yang mencapai usia 50 tahun, satu dari empat dari mereka tidak pernah menikah.
US News & World Report sendiri menganggap tren ini sangat buruk. Karena nilai moral sebuah negara menjadi buruk dan salah satu alasannya adalah banyaknya orang yang masih lajang.
Tapi Bella DePaulo, seorang ilmuwan dari University of California, justru mengungkapkan sebaliknya. Bukannya resah dan takut, tapi kita harus merayakannya tren ini.
Menurutnya banyaknya orang yang hidup sendiri alias melajang menjadi manfaat bagi keluarga, teman, tetangga, dan komunitas kita.
Berikut 3 manfaat hidup sendiri alias melajang seperti dilansir abc.net.au.
1. Lebih terikat
Menurut survei nasional sejak 1974, orang Amerika tidak pernah berteman dengan tetangga mereka. Mereka dianggap terlalu mengisolasi dari tempat kerja dan satu sama lain.
Namun mereka yang lajang menentang hal ini. Mereka lebih cenderung mengunjungi, memberi dukungan, memberi saran, dan tetap berhubungan dengan orangtua serta saudara mereka.
Mereka yang lajang juga lebih banyak berpartisipasi dalam kelompok masyarakat, acara publik, dan menjadi relawan.
2. Membangun kekuatan dan ketahanan
Banyak sterotip yang mengatakan bahwa mereka yang sendiri lebih egois daripada orang sudah menikah.
Padahal jawabannya adalah mereka tidak merasa terisolasi, juga tidak sedih dan kesepian.
Mereka yang lajang lebih percaya diri, menghargai kerja, dan membuka kesempatan menikmati lebih banyak hal.
3. Definisikan ulang arti keluarga dan rumah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/jomblo_20170522_215007.jpg)