NF, Korban Pembunuhan Dikenal sebagai Anak Mandiri Semasa Hidupnya

Tawa, canda, riang gembira ‎NF(8) sudah tak lagi dapat didengar oleh sang nenek Sudarti (57). ‎Cucu paling bontot itu telah pergi bertemu

Editor: pairat
Istimewa
Foto NF (8) korban pembunuhan semasa hidup. 

Laporan Wartawan Sripoku.com Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM --- Tawa, canda, riang gembira ‎NF (8) sudah tak lagi dapat didengar oleh sang nenek Sudarti (57). ‎

Cucu paling bontot itu telah pergi bertemu sang ilahi usai diduga diperkosa lalu dibunuh oleh ‎Ican (33) yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

‎Dengan mata berlinang Sudarti coba mengingat memori-memori indah dengan sosok anak yang terkenal dengan pribadi rajin dan mandiri tersebut.

Berada jauh dari orangtuanya yang bekerja di Batam membuat NF menjadi pribadi tangguh dan ulet dalam beragam hal.

"Kami tidak ada firasat apapun sebelum kepergiannya.

Cucu kami anak mandiri, pintar dan penurut kalau disuruh apa saja sama neneknya langsung dikerjakan tanpa membantah,"

jelasnya dengan wajah yang masih tampak murung saat ditemui di rumahnya, Minggu (21/5/2017).

Dalam kesehariannya gadis kecil itu pun tak pernah melakukan perbutan nakal.

Sama seperti anak pada umumnya hari-hari ia habiskan dengan belajar di sekolah,

main bersama rekan sejawat dan pergi mengaji ketika petang tiba.

"Setelah seharian menghilang keluarga tidak menyangka bahwa cucu kesayangan ‎kami ini harus pergi dengan cara demikian," ungkap Sudarti.

Ia mengungkapkan, pelaku Ican baru saja keluar dari penjara selama tiga hari dan tinggal di rumah Jamilah (50)

Jalan KI Marogan, Lorong Aman, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang.

Warga pun tidak begitu mengenal dengan Ican. Karena sepengetahuan orang kampung yang bersangkutan

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved