Cerita Warga Soal Baku Tembak Terduga Teroris dengan Aparat Polisi
Suara keras dari letusan senpi itu terdengar jelas sampai di telingga warga yang bertempat tinggal radius 500 meter dari titik nol sumber suara.
SRIPOKU.COM, TUBAN - Suara letusan senjata api (Senpi) menggema bersautan di sebuah area lahan jagung Desa Suwalan Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban Jawa Timur kemarin lalu, Sabtu (9/4/2017).
Suara keras dari letusan senpi itu terdengar jelas sampai di telingga warga yang bertempat tinggal radius 500 meter dari titik nol sumber suara.
Sontak, warga setempat dibuat heboh dan sempat memicu kepanikan adanya kejadian bakutembak antara pelaku terduga teroris dengan pihak kepolisian yang dibantu oleh sejumlah personel dari Kodim 0811 Tuban.
Bahkan, sebagian warga terlihat was-was dan memilih untuk tetap di dalam rumah. Namun sebagian besar warga yang dipicu rasa penasaran itu mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di lahan jagung tersebut.
Seorang warga bernama Teguh Hadi Waspodo (34) tinggal di Desa Suwalan, mengaku mendengar suara letusan di tengah area persawahan kurang lebih sekitar pukul 14.00 WIB. Dia pun mencari tahu penyebab terkait apa yang mengusik ketentraman kampungnya itu.
“Awalnya saya tidak tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi. Lalu, saya mencoba mencari tahu dari polisi yang berada di sekitar lokasi. Ternyata lagi ada penangkapan teroris di lahan jagung,” ungkap Teguh Hadi Waspodo saat ditemui SURYA.co.id, di lokasi baku tembak, Minggu (9/4/2017).
Menurut dia, gara-gara kejadian baku tembak itu suasana di kampungnya menjadi mencekam. Banyak dari tetangganya khususnya para ibu-ibu sempat berteriak histeris saat mendengar suara letusan senpi berulang kali itu.
Bahkan, ada warga yang phobia dan merinding setiap kali mendengar suara tembakan. Mereka lebih memilih untuk menjauh dari area baku tembak tersebut.
“Warga ya panik dan ketakutan mendengar berondongan tembakan saat baku tembak itu berlangung. Sampai-sampai saking takutnya ada yang bersembunyi di dalam kamar,” ungkapnya.
Sedangkan, seorang warga bernama Arfan Andriasnyah (33) mengatakan sebelum baku tembak sempat melihat para pelaku terduga teroris berlari dari arah Dusun Bogang Beji. Bahkan, dari tutur warga setempat melihat seorang pelaku terduga teroris menembakkan senjata api itu.
“Saya tidak sempat melihat karena para pelaku berlari kencang. Namun ada teman saya yang saat itu berada di sawah sempat melihat pelaku menembakkan senpinya,” bebernya.
Merasa terancam di area baku tembak itu, dia memutuskan untuk menuju ke tempat yang lebih aman yakni di samping kantor Desa Suwalan.
Menurutnya, warga di Dusun Bogang Beji banyak yang melihat para pelaku yang ditembak mati itu berlari di semak-semak menuju ke area lahan jagung.
“Warga di Dusun Bogang Beji awalnya juga tidak tahu kalau enam orang yang berlari itu adalah pelaku terduga tororis,” ucapnya.
Dari pantauan di lapangan jarak antara mobil Terios H 9037 BZ milik pelaku di Jalan Raya Tuban Semarang Dusun Beji menuju ke lahan jagung berjarak kurang lebih sekitar tiga kilometer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/lokasi-bakutembak_20170409_233539.jpg)