Harga Kopi di Lahat Naik Tapi Hasil Panennya Menurun
"Harganya naik tapi hasil kopinya sedikit,"ungkapnya, dibincangi dikebun kopi miliknya, Senin (3/4/2017).
Penulis: Ehdi Amin | Editor: wartawansripo
SRIPOKU.COM, LAHAT -- Panen kopi tahun ini (2017) tampaknya tidak tak akan membuat sebagian petani kopi di Kabupaten Lahat 'tersenyum lebar'. Pasalnya meski harga kopi saat ini dikisaran Rp 21.000 sampai Rp 24.000 perkilogramnya, namun kenaikan ini tidak dibarengi dengan hasil panen. Hal ini terlihat dari buah kopi yang relatif sedikit.
Seperti dikatakan Imron (59) petani kopi Desa Sumber Karya, Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat. Menurutnya meski harga kopi cendrung naik dibanding tahun sebelumnya namun dirinya memprediksi hasil yang akan didapat sangat sedikit jika berkaca dengan hasil panen ditahun tahun sebelumnya. Padahal dirinya berharap dengan harga yang mulai stabil panen tahun ini dapat menghasilkan hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
"Harganya naik tapi hasil kopinya sedikit,"ungkapnya, dibincangi dikebun kopi miliknya, Senin (3/4/2017).
Hal senada juga dikatakan Asih (50), menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat buah kopi kurang berbuah, salah satunya faktor cuaca yang tidak menentu, ditambah musim hujan, jadi bunga kopi yang bakal menjadi kopi tidak berkembang dengan baik.
"Mano nak banyak buah pak, kalau bunganya saja berguguran,"jelas Asih seraya menambahkan jika saat ini beberapa petani kopi mulai ada yang sudah memanen kopi walaupun baru sedikit.
Sementara itu Isman (56) pengepul kopi, mengatakan, jika sampai saat ini belum terlalu banyak petani kopi yang menjual kopi mereka. Menurutnya ini juga karena kopi hasil petani belum banyak yang kering karena cuaca yang terlalu sering hujan. "Belum banyak petani kopi yang menjual hasil panenya pak, biasonyo mulai banyak ni dibulan Juni hingga Juli pas puncak panen kopi,"ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kopi_20170403_194851.jpg)