Ditabrak Tongkang Batubara, Tiang Pancang Musi IV Tenggelam

Jembatan yang ditargetkan selesai awal tahun depan itu, kini terancam harus mulai dari awal lagi.

Istimewa
Tongkang batubara menabrak tiang pancang pembangunan jembatan Musi IV 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Pembangunan jembatan Musi IV yang menghubungkan seberang ulu kawasan Plaju dan seberang Ilir Pasar Kuto terancam molor.

Jembatan yang ditargetkan selesai awal tahun depan itu, kini terancam harus mulai dari awal lagi.

Pasalnya 12 tiang pancang yang berada di perairan sungai Musi tepatnya Kecamatam Seberang Ulu (SU) II ditabrak tongkang pengangkut batubara, menyebabkan satu tiang pancang tenggelam, enam tiang miring, tiga tiang goyang menyisakan dua tiang tegak berdiri.

Namun, kejadian, Jumat (31/3) sore yang sontak menjadi tontonan warga itu, ternyata punya cerita sendiri.

Pasalnya, puluhan warga yang sedang asik memancing di sekitar lokasi, panik lari tunggang langgang takut ditabrak tongkang.

Apalagi, suara berdegum beradu besi moncong tongkang dengan panjang lebih 100 meter dengan berat ratusam ton, ketika menabrak tiang pancang ditengah sungai membuat warga berhamburan.

Seperti yang dirasa Ali (38) warga sekitar. Diceritakanya, sebelum kejadian, ia melihat tongkang itu ditarik menggunakan dua kapal dari arah ulu mengarah ke ilir sungai Musi.

Namun, diduga tali penarikan tongkang tersebut putus, yang mengakibatkan tongkang tersebut tidak dapat dikendalikan.

Sehingga, langsung menabrak tiang pancang yang berada di tengah-tengah sungai.

"Waktu itu, kami sedang memancing disana. Ketika hendak pindah, ada bunyi tabrakan kami melihat tongkang itu menabrak tiang pancang Jembatan Musi IV," ucapnya

Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, meskipun menurut Ali saat kejadian ia dan rekanya tanpa fikir panjang naik kedarat.

Berdasarkan hasil dilapangan, tongkang tersebut telah dipindahkan, saat ini masih berlangsung negosiasi antara pihak kapal Tanjung Buyut yang menarik kapal dengan PT Adhikarya.

Lantaran, selain kerugian materi, kerugian waktu yang membuat target pengerjaan harus selesai tahun depan terancam mundur.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved