Perempuan Pelopor Perdamaian Turun ke Jalan
Puluhan perempuan pelopor perdamaian menggelar aksi simpatik menyuarakan perdamaian dan mencegah tindakan radikal dan terorisme.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Puluhan perempuan pelopor perdamaian menggelar aksi simpatik menyuarakan perdamaian dan mencegah tindakan radikal dan terorisme kepada pengendara di Simpang 5 DPRD Sumsel Kampus Palembang, Kamis (30/3/2017) sore.
Izzah Zen Syukri dari Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumsel menjelaskan dalam Al Quran dikenal dengan perempuan Sholihah seperti Siti Hawa, Siti Aisyah, Hana istri Imran, Maryam Ibunda Isa AS, Sarah, Zulaikha, Maryam saudara Nabi Musa AS, istri Nabi Musa (putri Nabi Syu’aib), Ratu Balqis, ummahatul mukminin (Siti Khodijah, Aisyah, dll), dan para putri Rasulullah SAW.
"Dan guru-guru SMA perempuan karena pengguna gadget tertinggi itu anak SMA," ujarnya.
Menurutnya, dalam Islam kasih sayang tidak berkasta, tidak berkelas, sama rata, sama rasa. Apalagi kasih sayang meliputi top down dan bottom up (orangtua ke anak, pemerintah ke rakyat, pemimpin ke bawahan, dan sebaliknya) dan dari unit terkecil (dari rumah hingga ke sebuah negara).
Apalagi menurutnya Rasullah mengajarkan sikap jujur, menjaga amanah, cerdas, senantiasa berdakwah/menyeru pada kebaikan.
Farida Mahri dari Yayasan Wangsakerta menjelaskan terkait bagaimana membantu orang membangun Perdamaian dengan siapa saja yang membantu orang-orang di dalam konflik guna mencari aturan dasar, mendukung dialog dan mencapai solusi tanpa kekerasan.
“Mengetahui keterampilan pihak ketiga anda sendiri dengan perkuat keterampilan anda , kerja sama dengan peran Pihak ketiga , analisa konflik tersebut, mencegah, memecahkan, menahan? atau membangun kembali?,“ jelasnya.
Selain itu mengedepankan pencegahan yang tidak lain melakukan sesuatu tentang akar penyebab konflik dan menciptakan pondasi bagi pengelolaaan perbedaan yang kooperatif.
Sedangkan Aktor legendaris Indonesia Jajang C Noer mengatakan dengan kegiatan ini anak-anak pelajar ini , orangtua dan kalangan agama jangan salah memberikan persepsi yang salah tentang agama.
“Katanya kita beragama, agama yang mengajarkan kasih sayang kok enggak jalan, kasih sayang dengan keadilan kok enggak jalan dimana letak missnya, BNPT ini menyadari harus diberikan masyarakat wawasan tambahan tentang ini,” katanya.
Dengan media film yang tinggal ditonton menurutnya bisa masuk dalam hati dan menjadi media yang penting yang bisa dimanfaatkan untuk menambah wawasan orang.
Sekretaris FKPT Sumsel Dr Periansya SE MM mengatakan kegiatan hari ini adalah rembuk kebangsaan perempuan pelopor perdamaian.
“Peserta 63 orang dari guru perempuan, organisasi perempuan keagamaan, organisasi perempuan kemasyarakatan,” katanya.
Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah mengajak para tokoh perempuan dalam mencegah potensi radikal terorisme di Sumatera Selatan untuk membentuk majelis kebangsaan.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar rembuk kebangsaan, perempuan pelopor perdamaian yang diikuti 63 orang dari guru perempuan, organisasi perempuan keagamaan, organisasi perempuan kemasyarakatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/perempuan-pelopor-perdamaian_20170330_210148.jpg)