Akib: Anggaran Untuk Cabor Potensial dan Mengakar di Sumsel Tidak Harus Lewat KONI

"Selama ini anggaran lewat KONI, seluruh cabor meminta bantuan ke KONI, tidak ada sumber dana lain. Hal ini kami rasa kurang tepat.

Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/HENDRA KUSUMA
HM Akib 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Penggaran dana kegiatan setiap cabang olahraga (cabor) yang dibebankan kepada KONI Sumsel dan pencairannya melalui induk organisasi tingkat provinsi itu dinilai kurang efektif. Sebab, membebani KONI dan bantuan kerap tak tepat sasaran kepada cabor yang betul-betul potensial dan mengakar.

"Selama ini anggaran lewat KONI, seluruh cabor meminta bantuan ke KONI, tidak ada sumber dana lain. Hal ini kami rasa kurang tepat. Alangkah baiknya langsung diusulkan cabor bersangkutan dan dianggarkan di DPRD Provinsi melalui Pemprov Sumsel dalam hal ini pencairannya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel, saya rasa itu lebih tepat," ujar Pemerhati Olahraga Sumsel, Drs HM Akib MSi, Rabu (29/3).

Akib menilai cara ini dilakukan KONI Jawa Timur maupun Jawa Barat, di mana semua pengurus provinsi (pengprov) cabor di
provinsi bertanggung jawab kepada DPDR Provinsi, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga. Artinya, cabor lah yang bertanggungjawab dalam penggunaannya dan membuat laporan kegiatan secara langsung bukan lewat KONI Sumsel."Sehingga KONI Sumsel tidak lagi direpotkan urusan anggaran cabor dan bisa fokus ke pembinaan atlet berprestasi," ujar Akib.

Ketua PB Himssi Generasi Penerus ini menilai, terutama cabor yang mengakar dan memiliki banyak atlet, serta memiliki dan berpeluang mendapatkan medali di tingkat nasional."Seperti Karate yang tersebar di kabupaten/kota dan memiliki banyak perguruan selain itu karate potensial menyumbang medali atau atletik yang mengakar dan potensial menyumbang medali, kemudian anggar, dan pencak silat, ada pula polo air, menembak dan beberapa cabor potensial lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu," ujarnya.

Menurut dia, pengprov bisa membuat program untuk satu tahun sesuai dengan ABPD, baik itu event-event, agenda nasional maupun lokal melalui program jangka panjang dan jangka pendek untuk pembinaan atlet."Peran KONI Sumsel tetap vital yakni memberikan pendampingan, pengawasan dan kontrol penggunaan dana dari pengprov cabor itu. Salah satunya sisi pengelolaan anggaran sehingga tidak terjadi masalah atau malladministrasi. Pengurus cabor tetap perlu pendampingan terkait pengelolaan anggaran," ujar Akib.

Dosen salah satu penguruan tinggi di Sumsel ini mengeritik penggunaan anggaran KONI Sumsel yang tak tepat sasaran."Dana
kerap tidak diterima cabor yang potensial dan mengakar," ujarnya.

Dia menilai, dengan sistem ini baik dana hibah nanti yang digunakan, pengurus cabor bisa menggunakannya tanpa masalah.
Setidaknya ada tiga keuntungan baik KONI Sumsel maupun pengurus cabor, serta bagi pembinaan olahraga di Sumsel."Pertama dana KONI Sumsel bisa terkonsentrasi bagi atlet berprestasi, kedua setiap cabang olahraga dapat bertanggung jawab secara langsung akan program-program yang mereka jalankan, dan ketiga KONI menghemat anggaran," ujarnya.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved