Iskandar: Dokter Jangan Main-main dengan Pelayanan

Administrasi sudah lengkap, surat rujukan untuk berangkat ke Palembang, tak kunjung keluar, sementara pasien berjam-jam terus merengek kesakitan.

Penulis: Mat Bodok | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Rika korban lakalantas menggendong anaknya, Vania Larisa binti Arlianto menuju ruang rontgen tanpa dikawal oleh petugas rumah sakit, atas perintah dari dokter yang menangani pasien. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Untuk kesekian kalinya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendapatkan keluhan terkait  pelayanan pasien.

Kali ini, menimpa pasien atas nama Vania Larisa binti Arlianto yang terlantar selama 5 jam tanpa perawatan yang berarti.

Bocah berumur tiga tahun ini harus menahan rasa sakit hingga berjam-jam terbaring di rumah sakit, karena mengalami kecelakaan tunggal bermotor dibonceng orang tuanya Arlianto, Rabu (22/3/2017).

Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) depan dinas perhubungan OKI, jalan baru dibangun. Korban sempat terpental dari sepeda motor sejauh 6 meter.  

Setelah kejadian, Arli dan Rika ibu korban membawa anaknya ke RSUD Kayuagung sekitar pukul 08.30. Korban Vania mengalami luka dibawah bibir, memar di bagian mata kanan bengkak, dan bagian kepala kanan terkena kerasnya benturan jalan.

Di rumah sakit tadi, korban mendapat perawatan dari perawat dan dokter jaga di Unit Gawat Darurat  (UGD). Sebelum dilakukan tindakan, perawat meminta kronologis kejadian dan nama pasien. Kemudian, membersihkan luka dengan alakadarnya.

Lalu, korban diminta segera dioperasi oleh dokter. "Pak anak ini segera dioperasi," kata dokter yang menangani pasien. Lalu, pasien dibawa ke bagian rontgen oleh dokter. Tanpa pengawalan orang tua pasien Rika membawa anaknya menuju ruang rontgen atas permintaan dokter dan perawat.

"Ibu bawa anaknya ke ruang rongen," tegas perawat yang menanyai langsung apakah ibu kuat.

Mendapat perintah itu, lalu korban menuju ruang rontgen pertama dan kembali dibawa ke ruangan UGD dan terbaring di brankar.

Luka, korban hanya dibersihkan dengan alkohol dan betadin. Luka robek dibawah bibir hanya ditutupi dengan kassa putih. Sedangkan, luka di bagian kepala hanya diikat perban.

Hasil dari rontgen, pukul 09.10 tadi, dokter menyatakan bahwa pasien harus dirujuk ke rumah sakit Palembang. Mendengar ucapan dokter, lalu keluarga pasien menyiapkan administrasi rumah sakit dengan menyiapkan kartu keluarga dan pengantar dari Puskesmas Kotaraya. 

Administrasi sudah lengkap, surat rujukan untuk berangkat ke rumah sakit Palembang, tak kunjung keluar. Sementara, pasien berjam-jam terus merengek kesakitan menahan rasa sakit akibat benturan tadi.

Setelah ditanya ke dokter apa penyebab lambatnya surat rujukan tadi. Dokter hanya simple menjawab bahwa rumah sakit Palembang belum menerima rujukan, sehingga rujukan terlambat.

“Pihak rumah sakit hanya melakukan tindakan rontgen, membersihkan luka,” kata Arlianto lalu pasien akan dirujuk karena di rumah sakit Kayuagung tidak punya alat CT Scan. Ditunggu selama 5 jam surat rujukan tak keluar-keluar dan baru keluar sekitar pukul 14.14 dan baru dibawa ke ambulance menuju Palembang.

Ditrektur RSUD Kayuagung dr Dedy Sumantry melalui Kasubag Tata Usaha Suwandi SKM dijelaskan dokter piket bahwa, pelayanan yang dilakukan oleh dokter sudah standar operasional prosedur di rumah sakit, mulai dari pasien masuk hingga pelayanan.

“Rumah sakit kita tidak punya CT Scan jadi sesuai dengan petunjuk dari dokter spesialis bedah, pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit Palembang,” kata dokter yang tak mau dituding kalau telah menelantarkan pasien.

Terpisah, Bupati OKI, H Iskandar SE ketika dikonfirmasi mengenai pelayanan rumah sakit yang telah menelatarkan salah seorang pasien tadi, sangat terkejut apa dasar dokter dan perawat di rumah sakit hingga menelantarkan pasien berjam-jam.

“Kita lihat dulu, ada apa penyebabnya, karena saya belum tahu persis terkait terlantarnya pasien sebab belum mendapatkan laporan,” ucap Iskandar usai memberikan SK DD dan ADD di kabupatenan.

Iskandar akan segera memanggil pihak rumah sakit kenapa bisa seperti itu, yang jelas akan ditindaklanjuti. “Kita lihat dulu SOP-nya bagaimana kalau memang seperti itu berarti ada kesalahan nanti akan kita panggil,” tegasnya seraya meminta pihak rumah sakit jangan bermain-main dengan pelayanan. 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved