Kasus-kasus Ini tidak Dijamin BPJS Kesehatan

Peringatan bagi masyarakat untuk tidak melakukan aksi bodoh seperti bunuh diri, mengkonsumsi narkoba dan minum-minuman keras.

SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Kepala Cabang Kantor BPJS Kesehatan Prabumulih. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Peringatan bagi masyarakat untuk tidak melakukan aksi bodoh seperti bunuh diri, mengkonsumsi narkoba dan minum-minuman keras.

Sebab jika terjadi hal-hal yang mencelakakan jiwa seseorang, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan, tidak akan menanggungnya.

"Ada beberapa hal yang tidak dilayani BPJS Kesehatan seperti kasus bunuh diri, narkoba dan Miras. Intinya yang menyakiti diri sendiri atau yang menjadikan diri berbahaya atau sakit yang disengaja," ujar Kepala Cabang Kantor BPJS Kesehatan Prabumulih Mohamad Makruf, usia menggelar rapat di kantor Pemkab Muaraenim, Kamis (16/3/2017).

Menurut Mohamad Makruf,  selain bunuh diri, minuman keras dan NArkoba ada beberapa hal lain yang tidak dijamin dalam BPJS Kesehatan antara lain pelayanan yang tidak sesuai prosedur, pelayanan di luar fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS, pelayanan yang bertujuan kosmetik, general check up dan pengobatan alternatif, pengobatan untuk mendapatkan keturunan maupun pengobatan impotensi, pelayanan kesehatan pada saat bencana, Pelayanan meratakan gigi (ortodonsi), gangguan kesehatan akibat ketergantungan obat atau alkohol, gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri, atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri.

"Upaya bunuh diri, konsumsi narkoba dan kesengajaan menyiksa diri sendiri tidak akan dicover BPJS," kata Makruf.

Selain aspek yang dikecualikan itu, kata Makruf, semuanya kebutuhan medis peserta BPJS Kesehatan akan ditanggung, termasuk obat-obatan.

Jadi, tidak benar jika ada petugas rumah sakit yang menyuruh pasien BPJS Kesehatan untuk membeli obat-obatan dengan alasan tidak ada di BPJS.

Sebab semua obat-obatan sudah ada baik yang biasa maupun yang jenis paten. Yang menjadi kendala, biasanya pihak rumah sakit didalam memesan obat tidak sesuai yang dibutuhkan sehingga ketika ada pasien yang membutuhkan obat-obatan tersebut dikatakan tidak ada.

"Kalau ada petugas rumah sakit seperti itu, tolong laporkan ke kami," ujar Makruf.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved