Sementara Ini, Pendakian Bukit Besak Lahat Ditutup
Yang tidak kalah pentingnya, sambung Yudi, para pendaki hendaknya senantiasa menjaga norma kesopanan selama berada di lokasi tujuan.
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, LAHAT - Terkait dengan peristiwa tewasnya tiga orang pendaki asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) saat berada di puncak Bukit Besak Desa Tanjung Beringin Kecamatan Merapi Selatan, Sabtu (11/3), akses masuk menuju salah satu destinasi andalan di Kabupaten Lahat ini akhirnya ditutup sementara.
"Ya, kami sudah berkoordinasi dengan Camat setempat (Merapi Selatan, red) untuk diteruskan kepada Kades Tanjung Beringin agar menutup sementara akses menuju Bukit Besak dalam waktu tidak ditentukan," terang Kapolres Lahat, AKBP. Rantau Isnur Eka, SIK melalui Kapolsek Merapi Area, AKP. Sofyan Ardeni, Senin (13/3)
Lebih lanjut dikatakan Sofyan, meskipun dilakukan penutupan sementara pihaknya belum berencana menempatkan petugas guna melakukan penjagaan di sekitar lokasi.
Namun dalam waktu dekat, jajarannya akan segera melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak guna membahas mengenai pengamanan di Bukit yang dikenal sebagai Bromo-nya Kabupaten Lahat itu.
"Ini perlu, khususnya masalah penganggulangan keamanan. Sebab, bukan tidak mungkin kedepan kembali terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," imbuhnya.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat, Herman Oemar menyatakan kesiapan pihaknya untuk dilibatkan dalam penjagaan di sekitar lokasi Bukit Besak.
Karenanya, dikatakan mantan Kepala Dinas PU BM ini, pihaknya dalam waktu dekat akan segera berkoordinasi dengan pihak pengelola Bukit Besar guna membahas langkah-langkah yang diperlukan guna mengantisipasi dan menanggulangi bencana di area ini.
"Khusus bagi pendaki, kami menghimbau agar benar-benar memperhatikan keselamatan. Sebelum mendaki, hendaknya dilakukan persiapan yang matang terlebih dahulu," imbaunya.
Sementara itu, Ahmad Yudiansyah (28), salah seorang Pecinta Alam asal Kabupaten Lahat menguraikan, memang untuk mendaki atau menjajal suatu puncak hendaknya dibekali pemahaman yang cukup. Atau setidaknya, lanjut Yudi, para pendaki pemula hendaknya didampingi oleh pendamping yang sudah berpengalaman.
"Sehingga, pendamping dapat membimbing para pendaki. Apalagi kalau destinasinya belum pernah dijajal oleh para pendaki," katanya.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya, sambung Yudi, para pendaki hendaknya senantiasa menjaga norma kesopanan selama berada di lokasi tujuan.
Apalagi, di Bukit Besak sejauh ini belum memiliki Juru Kunci sebagaimana lazimnya di Bukit atau Gunung daerah lain.
"Apa salahnya kita pamit dulu. Juga berdoa, sebelum mendaki," sarannya.
Untuk diketahui, Sabtu (11/3) lalu tujuh orang pendaki asal Kabupaten Pali masing-masing Almahesa (16), Ramadhan Pratama (16), Sangkut (16), Ayu (14), Reni, Wawan (16), dan Rudi tersambar petir saat berada di Puncak Bukit Besak Desa Tanjung Beringin Kecamatan Merapi Selatan. Tiga diantara mereka, yakni Almahesa, Ramadhan Pratama dan Sangkut tewas di tempat. Sementara, empat orang lainnya hanya mengalami luka ringan dan shock berat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/di-atas-bukit-besak_20170313_185730.jpg)