Puluhan PNS Tonton Sidang Tobing dan Ikhwanuddin, Ini Komentar Wagub
Puluhan PNS diduga membolos sengaja untuk menyaksikan sidang perdana dua pejabat Pemprov Sumsel yang menjadi terdakwa dana bansos.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Puluhan PNS diduga membolos sengaja untuk menyaksikan sidang perdana dua pejabat Pemprov Sumsel yang menjadi terdakwa terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana Bansos 2013 di PN Palembang, Senin (13/3/2017) sekitar pukul 10.00.
Mereka tampak antusias penasaran hendak melihat dari dekat Laonma PL Tobing masih menjabat Kepala BPKAD (Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah) Sumsel.
Begitu juga H Ikhwanuddin SSos MSi masih sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM duduk di kursi pesakitan.
Menanggapi hal ini Wakil Gubernur Sumsel Ir H Ishak Mekki MM menyerahkan persoalan itu ke atasan SKPD masing-masing.
"Sidang itu kan terbuka untuk umum, siapa saja boleh menyaksikan. Tidak dilarang. Kalau PNS ada (ikut nonton sidang) kan mestinya izin kenapa. Saya nggak tahu berapa yang hadir. Keluar itu ada izinnya nggak. Cubo kamu tanyo mereka. Berarti sepengetahuan atasannya," ungkap Wagub Sumsel Ir H Ishak Mekki MM usai melantik Dr Ir H Syamsul Bahri MM sebagai Kadis Pengelolaan Sumber Daya Air di ruang kerja Wagub.
Sementata terkait pelantikan ini, Ishak mengaku yang tadinya akan berbarengan dengan pelantikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel Ir H Ucok Hidayat MT.
"Namun karena Pak Syamsul kemarin itu sakit. Lagi berobat di Singapura. Maka baru Pak Ucok bae yang dilantik. Nah sekarang ini baru Pak Syamsul Bahri. Kita segerakan dilantik ini karena menyangkut gaji. Kalau dak dilantik-lantik terlambat pulo gajinya," kata Ishak yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel.
Terkait soal pergantian Kepala Dinas ini, Ishak mengatakan itu sudah pertimbangan dari Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH.
"Itu urusan Pak Gubernur. Yang jelas Bina Marga kan tugasnya berat. Apalagi jalan-jalannya perlu segera. Kalau itu sudah tender. Harapan kito begawelah. Jangan nak nunggu kontrak nian. Lambat digaweke bertambah besak lobang, betambah dana. Mano nak nghadapi Asian Games. Sementata Pengairan lambat sedikit, sungai masih ada toleransi. Stafnya banyak. Yang berhubungan dengan infrastruktur Asian Games segera diselesaikan. Seperti venue dayung. Kalau pembebasannya sudah. Gawenyo sebentar. Aku yakin bisa. Anggarannya tidak besar. Anggarannya juga Rp 900 M kalau BM. Pengairan Rp 24 M," kata Ishak yang juga Bakal Calon Gubernur Sumsel 2018.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/wagub-1_20170313_183248.jpg)