Klik Sripoku

Kami Beli Permen Dot di Agen Pasar 16 Ilir

"Stok saya habis. Coba di ibu yang berjualan di ujuang pagar itu," teriak seorang penjual kepada Sripoku.com, Kamis (9/3/2017).

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Plh BBPOM Palembang, Devy Lidiarti, menunjukkan permen dot diduga mengandung narkoba. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Untuk mendapatkan permen dot yang diduga mengandung narkoba awalnya cukup sulit ditemui. Lantaran para penjual kehabisan stok permen karena selalu diburu oleh anak-anak untuk jajanan di kala waktu istirahat sekolah tiba.‎

"Stok saya habis. Coba di ibu yang berjualan di ujuang pagar itu," teriak seorang penjual kepada Sripoku.com, Kamis (9/3/2017).

Setelah ditanyakan kepada wanita sang penjual, pedagang ini pun kontan menjawab memiliki stok 12 buah dari satu lusin berisikan 25 ‎permen dot dengan berbagai macam varian seperti melon, strawberry, anggur dan nanas.

Diakuinya, permen tersebut memang sangat digemari oleh anak-anak. Harganya yang murah sekitar Rp 1.000 sampai Rp 1.500 per buah membuat anak-anak semakin gemar mengkonsumsinya. Ia pun mengaku tak mengetahui bahwa jualannya mengandung narkoba.

"Satu lusin Rp 25 ribu. Saya biasanya beli di agen di seberang (kawasan pasar 16 ilir Palembang, red). Karena memang sedang jadi primadona," jelasnya.

‎Senada, seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku jajanan tersebut ‎sangat laris manis diserbu oleh siswa SD. Setiap kali hendak belanja, anak-anak selalu mengincar jajanan yang memiliki rasa manis tersebut.

"Iya banyak yang beli, kata anak-anak rasanya enak, manis. Jadi mereka doyan makannya," jelas seorang pedagang wanita yang berjualand i sekolah negeri di Kecamatan Seberang Ulu I tersebut.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved