Sebelum Bunuh Diri, Mandor Dwi Warto Tulis Surat untuk Putranya

Antara lain berupa sepucuk surat, yang berbunyi “Lebih baik mati daripada hidup”.

Penulis: Leni Juwita | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Jenazah Dwi Warto (51) yang bekerja sebagai mandor umum perawatan Abdelign 6 Minaga Ogan saat divisum di RSUD Dr Ibnu Sutowo Baturaja, Rabu (1/3/2017). 

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Detik-detik sebelum kematiannya, sang mandor kebun kebun sawit abdeling 8 bernama Dwi Warto (51) menulis surat terakhir yang ditujukan kepada putera kandungnya atas nama Dani Triatmoko.

Kapolres OKU AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP yang juga didampingi Kapolsek Semidangaji Iptu Mardin SH juga menjelaskan, polisi sudah mengamankan barang bukti di sekitar tempat kejadian perkara.

Baca: Mandor Umum Perawatan Kebun Sawit Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kompleks Minanga Ogan

Dwi  Warto  (51), mandor umum perawatan kebun sawit yang  ditemukan tewas bersimbah darah di  Kompleks Minanga Ogan  Abdeling 8 Desa Kebunjati Kecamatan Semidangaji Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan.
Dwi Warto (51), mandor umum perawatan kebun sawit yang ditemukan tewas bersimbah darah di Kompleks Minanga Ogan Abdeling 8 Desa Kebunjati Kecamatan Semidangaji Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan. (SRIPOKU.COM/LENI JUWITA)

Antara lain berupa sepucuk surat, yang berbunyi “Lebih baik mati daripada hidup”.

Selain menulis surat , Dwi Warto (51) juga mengirim pesan terakhir yang ditujukan kepada anak-anaknya.

Pesan tertanggal 27 Februari 2017 pukul 20.56 itu berisi:
"Ass, maaf anaku Dani Triatmoko ini SMS bpk yang terakhir kali yo untukmu nak, besok jgn idak pulang ke btrjo dan ajak kk mu, ayukmu, keponakanmu, kalo glah maaf ajak juga mamak mf kalo idak pulang kalian akan menyesal seumur hidup kalian tlg nak sms ini dikirimkan ke kk dan ayukmu mf kan bpk kalo ada salah, dan semua kesalahan anak-anak sudah bpk maafkan” .

Diduga korban bunuh diri pagi hari dan baru ditemukan malam hari oleh tetangga korban.
Polisi masih menyelidiki motif pria kelahiran Bekri Lampung 2 Juni 1966 ini.

Namun dugaan sementara kata Kasat Reskrim AKP AKP Harmianto SH Msi didampingi Kapolsek Semidangaji Iptu MardN SH , korban diduga bunuh diri.

Indikasi ini dilihat dari bukti petunjuk dan hasil visum dokter.

Polisi sudah mengamankan barang bukti dari rumah korban yang beralamat di Abdeling 8 perumahan Perkebunan Kelapa Sawit Minanga Ogan Desa Kebunjati Kecamatan Semidangaji Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Menurut Kapolsek barang bukti yang kini diamankan polisi berupa parang yang diduga digunakan korban untuk bunuh diri, dompet, sepucuk surat yang ditujukan untuk anak kandung korban, hand phone 2 unit .

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved