Sekda Sumsel: Arsip Ini Stratgis, Pak Gubernur Tahan Mindahke Pak Muslim

"Bukan nyopot tapi dipindahkan dari Dispenda ke Dinas Arsip. Arsip sangat strategis. Kita tradisikan agar terpanggil menjadi arsiparis," ungkap Joko

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Plt Sekda Provinsi Sumsel Drs H Joko Imam Sentosa MM bersama Kepala Pusat Akreditasi Kearsipan Arsip Nasional RI Rudi Anton, Kabid Akreditasi Daerah Arsip Nasional RI Ihwan SSos MSi, Kepala Dinas Kearsipan Provinsi Sumsel H Muslim SE MSi pada rapat Sosialisasi Program Pengawasan Kearsipan se-Sumsel oleh Tim Pengawas Kearsipan Eksternal dari Lembaga Arsip Nasional RI (ANRI) di Graha Bina Praja (Auditorium) Pemprov Sumsel, Rabu (22/2/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Plt Sekda Provinsi Sumsel Drs H Joko Imam Sentosa MM menyatakan keseriusan Pemerintah Sumsel dalam hal ini Gubernur Ir H Alex Noerdin SH menjadikan kearsipan sebagai dinas yang cukup strategis perannya.

"Ini sangat strategis. Pak gubernur tahan nyopot Pak Muslim. Bukan nyopot tapi dipindahkan dari Dispenda ke Dinas Arsip. Arsip sangat strategis. Kita tradisikan agar terpanggil menjadi arsiparis," ungkap Joko Imam Sentosa saat membuka rapat Sosialisasi Program Pengawasan Kearsipan se-Sumsel oleh Tim Pengawas Kearsipan Eksternal dari Lembaga Arsip Nasional RI (ANRI) di Graha Bina Praja (Auditorium) Pemprov Sumsel, Rabu (22/2/2017).

Joko mengajak untuk menularkan ilmu arsip. Di era transparansi, menata pemerintahan, kata Sekda, arsip paling depan.

"Keliru besar pandangannya kalau selama ini ngedip. Oleh karena itu minta Arsip Nasional. Ada kucuran APBN untuk pengawasan. Pak Muslim agar dibikinkan edaran ke Bupati/Walikota audit aset mulai dari arsip. Agar diacarakan. Sumsel dibagi 3. Saya siap hadir membriefing. Agar dianggarkan untuk insentif bagi 24 orang arsiparis yang paling baik. Harus bangga jadi arsiparis. Mendata semua aset yang diarsipkan. Dalam tempo satu tahun terselenggara di Provinsi Sumsel. Idealnya 100 arsiparis. Ini kita baru ada 24," kata Joko.

Joko menyebut seperti Candi Borobudur itu sejarahnya diarsipkan sehingga bisa dirasakan oleh bangsa di seluruh dunia.

Begitu juga Benteng Kuto Besak. Sejarah harus menggali tapi harus didukung arsip.

"Proses arsip harus disiarkan secara baik untuk memiliki nilai sejarah. Ibu bapak yang hadiri PNS pelayan, petugas yang menerima hal ikhwal bernilai strategis dan amal zariah.
Rumah kito dibangun bagaimana riwayatnya, tahun berapo, instalasi listrik, air dari mano. Surat-suratnyo. Itu kandungan arsip. Artinya begitu ikut sosialisasi, saya minta mantapkan, praktekkan. Oleh karena itu ada 2 narasumber satu hari penuh. Jangan sia-siakan. Tanyoi, kirim sms, WA. Ini sangat strategis," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved