BM PAN Sebar 400 Tiket Nobar Gratis Film Salawaku
Menurut anggota Komisi V DPRD Sumsel, Nobar ini sebagai bentuk dukungan BM PAN terhadap film anak negeri.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) menyiapkan sekitar 400 tiket Nobar film Salawaku bersama pengurus, kader, anggota BM PAN SUMSEL dan rekan jurnalis parlemen beserta keluarga di XXI Internasional Plaza.
"Kita sudah memblok 2 kali jam tayang. Kamis (23/2/2017) pukul 18.30 dan pukul 20.30. Dan kita sudah siapkan hampir 400 seats," ungkap Ketua DPP BM PAN yang juga Ketua DPW BM PAN Sumsel, Mardiansyah, S.Hi, Rabu (22/2/2017).
Menurut anggota Komisi V DPRD Sumsel, Nobar ini sebagai bentuk dukungan BM PAN terhadap film anak negeri.
"Dan secara kebetulan film karya produser muda saudaraku Ray Zulham yang saat ini menjabat salah satu Wasekjen DPP BM PAN," kata Mardiansyah yang juga menjabat Ketua POK (Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan) DPW Partai Amanat Nasional.
Salwaku ini adalah film drama Indonesia, bergenre road movie yang berlatar belakang Maluku, tepatnya Pulau Seram Bagian Barat dan merupakan film tentang pencarian. Disutradarai oleh Pritagita Arianegara dan diproduksi oleh Kamala Film.
Dibintangi oleh Karina Salim, Raihaanun, JFlow, Shafira Umm, Elko Kastanya, Film ini menghadirkan keindahan alam Indonesia bagian Timur.
Film ini menceritakan perjalanan dua manusia, yaitu Salawaku dan Saras yang berbeda usia, berbeda kepentingan dan berbeda sifat. Hingga muncul Kawanua, kakak angkat Salawaku yang menyusul Salawaku. Salawaku menerima Kawanua dalam perjalanan mereka karena percaya pada lelaki tersebut. Kebaikan Kawanua membutakan mata Saras dan Salawaku. Saras perlahan melupakan patah hatinya dan mengalihkan rasanya pada Kawanua. Hingga di satu titik Salawaku menyadari mereka menjauhi Piru, kota dimana kabarnya kakak Salawaku yaitu Binaiya berada. Berbagai konflik dan drama menyertai kisah perjalanan mereka sebelum bertemu Binaiya. Dua sosok itu kini melangkah menjauh sebagai dua manusia yang tidak lagi sama.
"Kita mengajak kepada para pemuda serta rekan mahasiswa bersama menyaksikan pemutaran film Indonesia ini secara perdana yang serentak di 20 kota di Indonesia. Harapan kita agar generasi muda Indonesia lebih mencintai film yang diproduksi oleh anak negeri. Kemudian memotivasi para kaum muda agar dapat mengasah kemampuan dan kreativitasnya, termasuk dalam industri perfilman. Terbukti hari ini lahir sosok produser muda, Ray Zulham (Kader BM PAN) yang sudah melahirkan sebuah film fenomal, Salawaku," kata Mardiansyah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pan-nobar-salawaku_20170222_193401.jpg)