Melihat Palembang di Festival Palembang Bingen
Dilukis dengan media kanvas berukuran 73 cm 8 110 cm, lukisan karya A Nawir ini menggambarkan suasana tempo dulu
Penulis: Welly Hadinata | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Lukisan berjudul Gang Temon Lorong Roda 26 Ilir, menjadi salah satu lukisan yang menarik perhatian pengunjung pada pameran lukisan di Balai Kota Pemkot Palembang Jalan Merdeka Palembang, Rabu (15/2/2017).
Dilukis dengan media kanvas berukuran 73 cm 8 110 cm, lukisan karya A Nawir ini menggambarkan suasana tempo dulu di Gang Temon Lorong 26 Ilir.
Tampak rumah-rumah warga Palembang, dilukiskan dengan suasana jaman dulu.
Begitu juga dengan aktivitas warga yang dilukiskan bernuansa sebelum masa milenium.
"Lukisannya bagus sekali. Kita bisa melihat suasana Palembang tempo dulu," ujar Ayu, seorang pengunjung pameran.
Selain sejumlah lukisan yang bertemakan Palembang tempo dulu, dipamerkan juga karya foto dari fotografer Palembang.
Tampak sederet foto yang mayoritas karya fotografer media di Sumsel, menunjukan foto-foto land mark atau ikon Palembang.
Lukisan dan foto yang dipamerkan pada festival bingen ini bertajuk Palembang Bingen Dalam Bingkai Emas.
Pameran sudah berlangsung sejak tanggal 10 Februari dan berakhir tanggal 20 Februari mendatang.
Di lokasi pameran, Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Parwisata Kota Palembang Lisa Surya Andhika mengatakan, di festival ini lukis wajah mendapat lebih banyak perhatian pengunjung dibandingkan pameran foto.
Dinas Pariwisata menggandeng para seniman lokal untuk kegiatan promosi wisata, terutama wisata seni dan budaya seperti Festival Palembang Bingen.
"Animo masyarakat terhadap seni budaya sudah bagus, tapi memang belum besar. Seperti menghadiri festival ini saja tidak banyak sekali, apalagi sekedar beli lukisan mahal," ujarnya.
Ditambahkannya, berbagai upaya untuk menarik minat masyarakat datang berkunjung ke festival sudah ada.
Salah satunya dengan menggelar program undian berhadiah menginap di hotel berbintang.
Dalam kertas undian tersebut pengunjung juga bisa memilih foto favorit yang ada di pameran untuk menjadi pemenang favorit nantinya.
"Kunjungan pameran sendiri sekitar 20 orang perhari. Paling tidak untuk kegiatan awal ini kita mengenalkan Balai Kota sebagai cagar budaya kepada masyarakat dan mengajak untuk menghargai karya seni," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/lukisan-kota-palembang_20170216_173628.jpg)