Dinas Harus Kerja Keras Turun ke Lapangan

Terkait masih belum maksimalnya pembinaan dinas terkait Kabupaten Banyuasin terhadap nelayan membuat potensi hewan air seperti udang petak membuat nel

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Lahari ; Ketua Komisi II DPRD Banyuasin, Arisa Lahari 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Ketua Komisi II DPRD Banyuasin, Arisa Lahari menyatakan Dinas Perikanan Pemkab Banyuasin harus kerja keras turun ke lapangan. Terkait masih belum maksimalnya pembinaan dinas terkait Kabupaten Banyuasin terhadap nelayan membuat potensi hewan air seperti udang petak membuat nelayan lebih memilih mengekspornya.

"Dinas perikanan harus kerja keras ke lapangan. Jangan hanya tunggu laporan," ungkap Arisa Lahari, Sabtu (11/2/2017).

Menurut Lahari, selama ini pihaknya melakukan kunjungan kerja, dampak peraturan larangan nelayan tidak boleh melakukan trol/pukat harimau sehingga banyak yang berhenti dan banyak tutup.

"Dasarnya itu sehingga tidak ada pembeli. Peranan Dinas Perikanan selama ini tidak kelihatan peran aktifnya. Semestinya lebih giat lagi memberikan pengarahan dan pembinaan," kata politisi PDIP ini.

Diakui Lahari, selama ini pernah ada bantuan Kementeriaan berupa kapal untuk nelayan. Hanya saja membutuhkan operasional modal hingga ratusan juta rupiah untuk berlayar ke laut lepas.

"Kalau saran agar mengubah nelayan tangkap menjadi budidaya itu yang selalu saya suarakan di Komisi 2 DPRD Banyuasin," kata Lahari. (*)

Lahari juga mencontohkan seperti di Desa Upang, para nelayan tidak lagi bertani. Ia pun mengharapkan agar dinas terkait membantu mencetakkan kolam-kolam di belakang rumah nelayan.

"Airnya bagus dipompa," kata Lahari.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved