Menurut Feng shui, Bagaimana Indonesia Di Tahun 2017

Namun pakar feng shui Suhu Tan menilai kondisi akan lebih baik sepanjang tahun Ayam Api yang mulai sejak 28 Januari 2017 ini.

Menurut Feng shui, Bagaimana Indonesia Di Tahun 2017
(Nadzeya_Dzivakova/Thinkstock)
Ilustrasi: Menurut feng shui, 2017 memasuki tahun Ayam Api. 

SRIPOKU.COM - Indonesia mengakhiri 2016 dengan cukup banyak berita dan situasi yang memanas. Beragam kasus dan sengketa mewarnai kehidupan masyarakat sepanjang tahun lalu. Namun pakar feng shui Suhu Tan menilai kondisi akan lebih baik sepanjang tahun Ayam Api yang mulai sejak 28 Januari 2017 ini.

"Tahun Ayam Api di 2017 ini memiliki api alam yang lebih kecil dibanding 2016 kemarin. Tahun lalu, gejolak bukan hanya terjadi di Indonesia, namun juga dunia," kata Suhu Tan, saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

"Karena apinya tahun ini lebih kecil, sehingga pada tahun ini kondisi akan cukup kondusif. Faktor kehidupan makro secara global akan terjadi pertumbuhan ekonomi cukup baik."

Kata Suhu Tan, kondisi Ayam Api yang memiliki unsur api tidak sebesar pada 2016 membuat peluang adanya pertumbuhan ekonomi lebih besar. Ia menambahkan beberapa negara yang mengalami goncangan krisis saat tahun lalu akan mulai membaik.

Meskipun Indonesia tidak mengalami krisis besar pada tahun lalu, Suhu Tan yakin kondisi Indonesia akan mengalami kemajuan.

Bukan hanya pertumbuhan ekonomi, Suhu Tan bahkan menyebut kondisi sosial Indonesia jadi lebih tenang setahun ke depan. Meski tetap ada gejolak sosial, namun kondisi tersebut tidak akan sebesar yang terjadi pada 2016.

"Tahun depan, masyarakat tidak akan mudah diprovokasi," kata Suhu Tan.

Elemen alam

Suhu Tan menjelaskan, pengaruh feng shui akan lebih dipengaruhi oleh elemen kehidupan yang dibawa alam pada tahun tersebut, misalnya adalah api pada 2016 dan 2017.

Seperti yang disebut Suhu Tan, kondisi api alam pada 2016 dan 2017 berbeda. Kondisi api alam pada 2017 yang lebih kecil dinilai membawa banyak dampak lebih positif terhadap beragam aspek di Indonesia.

Halaman
12
Editor: Budi Darmawan
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved