Donald Trump Bangun Tembok Perbatasan Amerika Serikat-Meksiko

Tembok perbatasan Amerika Serikat (AS)-Meksiko rencananya bakal dibangun sepanjang 2.092 kilometer, setinggi 12,2 meter dan menghabiskan 19 juta ton s

Tayang:
Editor: Bedjo
www.kompasiana.com
Beginilah situasi perbatasan antara AS dan negara bagian Ciudad Juarez, Meksiko. Sebagian perbatasan kedua negara memang dipagari, tetapi Presiden Donald Trump bersikukuh menginginkan tembok pembatas. 

SRIPOKU.COM - Tembok perbatasan Amerika Serikat (AS)-Meksiko rencananya bakal dibangun sepanjang 2.092 kilometer, setinggi 12,2 meter dan menghabiskan 19 juta ton semen.

Berita Lainnya:  Soal Janji Deportasi Imigran dan Bangun Tembok di Perbatasan, Ini Kata Donald Trump

Rencana tersebut dinilai bakal menjadi salah satu konstruksi paling masif yang pernah dibangun.

Donald Trump sendiri pada Rabu (25/1/2017) telah menandatangani keputusan presiden dalam rangka memulai proses pembangunan tembok pembatas tersebut.

"Saat ini kita tengah berada di tengah-tengah krisis di perbatasan bagian selatan kita," ujar Trump selepas penandatanganan keputusan tersebut.

CNN melaporkan, telah ada pagar sepanjang 1.046 kilometer di perbatasan AS-Meksiko yang melintasi area padat penduduk. Pagar tersebut tampaknya bakal tetap berada di tempatnya.

Hal tersebut menyisakan sekitar 2.092 kilometer perbatasan menjadi terbuka, terutama di perbatasan yang terletak di sepanjang Sungai Rio Grande.

Pagar yang sudah ada tersebut rata-rata memiliki tinggi 5,5 meter. Namun, di bagian lain justru terbilang rendah meskipun mampu menghalangi kendaraan dan orang agar tak cukup leluasa bisa melewatinya.

Berdasarkan data Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS, alokasi dana membuat pagar yang lebih panjang senilai 6,24 juta dollar AS atau Rp 83,4 miliar per 1,6 kilometer.

Namun, itu baru pagarnya saja, belum termasuk dinding keseluruhan.

Adapun pagar yang akan dibangun berlokasi di area dengan populasi penduduk paling padat di mana konstruksi akan lebih mudah dilakukan.

Di sisi lain, membangun sebuah tembok di area terisolasi akan jauh lebih mahal. Pada beberapa kasus, Pemerintah AS pertama kali harus membangun jalan dan infrastruktur lainnya untuk mencapai area perbatasan.

Masalahnya, medan yang akan ditempuh bisa saja keras dan bahkan menghadapi lokasi pegunungan.

Untuk itu, tembok tersebut kemungkinan besar akan dibuat menggunakan panel beton pracetak yang sering digunakan pada dinding suara untuk memblokir lalu lintas suara di sepanjang sisi jalan raya AS.

Sejauh pembahasan mengenai pendanaan, Trump menyebutkan telah mendapatkan biaya estimasi sebesar 10 miliar dollar AS yang diberikan Asosiasi Beton Pracetak Nasional selama kampanye.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved