Gas dari Dalam Tanah Picu Api Terus Bekobar
kini kondisi api masih terus menyala. Masih menyalanya api tersebut disebabkan sumur illegal
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: wartawansripo
SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Pasca Terjadinya ledakkan dari sumur minyak illegal di Talang Sabah Dusun III, Desa Tanjung Keputren Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kini kondisi api masih terus menyala. Masih menyalanya api tersebut disebabkan sumur illegal yang dikelola masyarakat karena menyemburkan minyak dan gas sehingga sulit dipadamkan.
Dari pantauan Sripo dilapangan, pasca ledakan sumur illegal yang dikelola oleh masyarakat, pihak kepolisian telah melakukan pemasangan Police Line untuk mensterilkan area agar tidak dimasukki oleh warga. Dilakukan pemasangan Police Line tersebut karena sumur illegal yang dikelola oleh masyarakat masih mengeluarkan semburan api yang mencapai 10 meter membumbung ke udara.
Tidak hanya itu saja, kondisi areal ledakkan menjadi gersang karena hembusan api yang membuat daerah sekitarnya menjadi hangus. Pohon-pohon dan tanah menjadi kering dan hangus, bahkan tedmond tempat penampungan minyak turut hangus terbakar yang disebabkan oleh hembusan ledakkan.
Kondisi sumur yang masih mengeluarkan api dicoba dipadamkan oleh pihak BPBD Muba dan warga sekitar dengan menggunakan pompa air dan air tersebut dicampur dengan deterjen. Namun, karena api yang mengandung minyak dan gas sehingga sulit dipadamkan walaupun menggunkan 4 selang penyemprot.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Desa (Kades) Tanjung Keputren, Osis Habibi Saputra, mengatakan penyebab terjadinya ledakkan tersebut ketika masyarakat berhasil membuat sebuah lobang sumur baru sedalam 160 meter dan dari sana didapati minyak yang keluar sangat melimpah. Karena minyak yang keluar sangat melimpah, membuat masyarakat kesenangan dalam menampung minyak yang keluar.
"Warga tersebut merasa senang karena dalam mengisi satu tedmond minyak hanya diperlukan waktu beberapa menit. Namun, pada saat mengisi tedmond menggunakan selang tiba-tiba percikan api keluar dari dalam sumur sehingga menyulut ledakan besar dan langsung menyambar warga beserta tedmond yang berisi minyak mentah," kata Osis, ketika dibincangi dilokasi kejadian, Kamis (12/1/17)
Osis menjelaskan, pada peristiwa ledakan tersebut tidak ada korban jiwa sama sekali. Seluruh korban hanya menderita luka bakar yang sangat serius, dan semuanya berjumlah 18 orang kini di rawat pada RSUD Sekayu. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya terdapat 18 korban luka bakar yang kini tengah dilakukan perawatan intensif. Mengenai kenapa api tersebut belum pada disebabkan oleh gas yang keluar dari dalam tanah,"ujarnya.
Ketika disunggung berapa banyak jumlah sumur yang dikelola masyatakat, dirinya menjelaskan bahwa terdapat puluhan sumur. Sumur-sumur tersebut masih ada yang aktif dan ada juga yang sudah ditinggalkan oleh pemiliknya.
"Sumur disini terdapat puluhan, biasanya masyarakat mengangkut minyak-minyak tersebut dari Jalan Poros Tanjung Keputran, dan dikeluarkan pada jalan negara," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sumur-ilegal_20170112_205642.jpg)