Indonesia Super League 2017
Dinobatkan Jadi Tim Fairplay, Indikator Persib Beda Tipis dengan Barito Putera
“Aspek fairplay tidak banyak kartu dan menghormati wasit di lapangan sebagai instruktur,”
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, BANDUNG-Walau finis di posisi lima besar turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, Persib Bandung mendapat penghargaan sebagai tim paling fairplay. Itu mereka dapatkan dalam ISC Awarding Night 2016 pada Minggu (8/1/2017) di Hotel Aryaduta Bandung. Acara yang sekaligus menyerahkan Piala kepada Persipura sebagai juara.
Indikator Persib sebagai tim paling fairplay adalah minimnya klub Maung Bandung mendapat hukuman kartu sebagai pelanggaran keras. Seperti apa yang dijelaskan Yeyen Tumena sebagai Technical Study Group ISC, bahwa aspek fairplay dinilai dari tidak banyaknya kartu yang keluar dan menghormati keputusan wasit.
“Aspek fairplay tidak banyak kartu dan menghormati wasit di lapangan sebagai instruktur,” kata Yeyen dalam penjelasannya seperti dilansir dari simamaung.
Dari total 34 pertandingan, Persib melakukan 507 pelanggaran, mengantongi 52 kartu kuning dan 1 kartu merah atas nama Serginho van Dijk. Vladimir Vujovic adalah stoper Persib yang paling banyak mendapat kartu dengan jumlah 7 kartu kuning. Disusul gelandang bertahan Hariono dan Jajang Sukmara dengan 5 kartu kuning.
Statistik di atas berbeda tipis dengan klub Barito Putera. Dari 34 pertandingan klub asal Banjarmasin melakukan 361 pelanggaran dengan 54 kartu kuning dan 3 kartu merah.
Catatan Persiba Balikpapan adalah klub paling kotor. Sebanyak 478 pelanggaran dilakukan, mengemas 105 kartu kuning dan 7 kartu merah. Tim beruang Madu memang dikenal sebagai klub paling keras selama gelaran ISC A.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/djajang-nurjaman-pelatih-persib-bandung_20151017_110226.jpg)