OKU Kobarkan Semangat Bela Negara

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan kobarkan semangat bela negara kepada seluruh lapisan masyarakat.

OKU Kobarkan Semangat Bela Negara
SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Bupati OKU, Drs. H. Kuryana Azis, pada upacar Peringatan Hari Bela Negara yang dipusatkan di Halaman Kodim OKU 0403/OKU, Senin (19/12/2016). 

SRIPOKU.COM.BATURAJA -- Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan kobarkan semangat bela negara kepada seluruh lapisan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati OKU, Drs. H. Kuryana Azis, pada upacara memperingati Hari Bela Negara yang dipusatkan di Halaman Kodim OKU 0403/OKU Senin (19/12/2016).

Turut hadir pada upacara tersebut,Komandan Kodim OKU,Letkol Inf Mohammad Sjahroni, Kakan Kesbangpol Kabupaten OKU, Taufiq Zubir, SH, MM, Kajari Kabupaten OKU, Sugeng Sumarsno, SH, Wakil Bupati OKU, Drs. Johan Anuar, SH, MM, Wakapolres OKU, Kompol Dodi Indra Eka Saputra, SIK. Upacara diikuti barisan TNI, POLRI, POL PP, PNS, Tokoh Agama, Mahaisswa, Siswa, Tokoh Pemuda, serta Tokoh Masyarakat.

Presiden RI, Joko Widodo dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Irup Bupati OKU mengatakan, Sejarah mencatat bahwa Republik Indonesia bisa berdiri tegak sebagai negara dan bangsa yang berdaulat, tidak lepas dari semangat bela negara dari seluruh kekuatan rakyat, mulai dari prajurit TNI, petani, pedagang kecil, nelayan, ulama, santri dan elemen rakyat yang lain.

Mereka telah berjuang, mengorbankan jiwa raganya untuk membela tanah airnya dari para penjajah. Sejarah juga menunjukkan kepada kita semua bahwa membela negara tidak hanya dilakukan dengan kekuatan senjata, akan tetapi juga dilakukan oleh setiap warga negara dengan kesadarannya untuk membela negara dan melakukan upaya-upaya politik maupun diplomasi.

“Tantangan dan ancaman yang dihadapi bangsa adalah panggilan bagi kita semua untuk bela negara.” imbuh Bupati seraya menambahkan jika semua anak bangsa harus tergerak dan bergerak untuk bela negara sesuai dengan ladang pengabdiannya masing-masing. Panggilan untuk bela negara bisa dilakukan oleh seorang guru, seorang bidan, tenaga kesehatan, petani, buruh, profesional, pegawai negeri sipil, pedagang, serta profesi lainnya.

Penulis: Leni Juwita
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved