Gara-gara Ahok, Master Limbad Akhirnya Buka Suara

Pria asal Tegal, Jawa Tengah nyaris tak pernah mengeluarkan kata-kata dari mulutnya. Tapi gara-gara Ahok, justru kini Limbad malah berorasi.

Editor: Budi Darmawan
Dalam Aksi Damai Bela Islam Jilid III di Monas, Master Limbad yang tidak pernah bersuara kali ini lantang mendesak Ahok ditahan polisi. 

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok sebagai tersangka tidak hanya mampu membuat umat Islam terlihat kompak. Sebab, ada efek Ahok yang nyaris terlewatkan.

Adalah tokoh pesulap Indonesia, Limbad yang kini buka mulut mengomentari Ahok. Seperti diketahui, Limbad biasanya hanya berkomunikasi dengan isyarat.

Pria asal Tegal, Jawa Tengah yang gemar berpakaian hitam-hitam itu nyaris tak pernah mengeluarkan kata-kata dari mulutnya. Tapi gara-gara Ahok, justru kini Limbad malah berorasi.

Limbad terlihat ikut dalam Aksi Bela Islam III di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/12). Dia menanggalkan kebiasaannya berbaju dan celana hitam-hitam dan menggantikannya dengan pakaian serba-putih.. Saat acara, ia duduk diantara para ulama dan tokoh nasional di atas panggung. Ia juga turut larut ditengah-tengah aksi bersama para jamaah lainnya. Limbad mengikuti Sholawat, Dzikir, mendengarkan tausiyah dan Salat Jumat dalam aksi tersebut.

Limbad mengaku ikut dalam aksi itu karena mempunyai tuntutan yang sama. Yaitu menuntut agar Ahok di penjara.

"Tuntutan saya sama, Ahok harus ditahan. Penista terhadap agama harus segera ditahan," ujar Limbad di Monas.

Menurutnya, pemerintah harus turun tangan dengan menegakkan hukum terhadap Ahok. Sebab, lanjut dia, ada sentuhan Sang Khalik dalam Aksi 212.

"Ini adalah kehebatan dan kekuatan Alquran. Melalui Alquran Allah menggerakkan hati jutaan manusia untuk berkumpul di tempat ini. Subhanallah. Ini luar biasa," tandas Limbad.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved