Nabung Saham Lebih Untung

pasar modal juga juga berpotensi menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding produk investasi lain

Penulis: Eko Adiasaputro | Editor: Eko Adiasaputro
SRIPOKU.COM/EKO ADIA SAPUTRO
Kepala Kantor Perwakilan BEI Palembang, Hari Mulyono memberi penjelasan mengenai pasar modal pada workshop wartawan di Kantor Kantor Perwakilan BEI Palembang, Selasa (29/11/2016). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kantor Perwakilan BEI Palembang menggelar Workshop Wartawan dengan tema "Yuk Menabung Saham", Selasa (29/11/2016).

Workshop ini diharapkan memberi tambahan wawasan kepada wartawan tentang industri pasar modal secara keseluruhan, sehingga bisa menjadi partner dalam menyebarluaskan informasi mengenai investasi di pasar modal.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Palembang, Hari Mulyono, mengatakan, salah satu cara untuk menyampaikan informasi terkait pasar modal kepada khalayak ramai adalah dengan menggelar workshop wartawan.

"Sebab sebagai wadah penyampaian informasi maupun pendidikan, media massa sangat berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya mengenalkan pasar modal kepada khalayak," kata Hari saat memberi materi pada workshop yang dilaksanakan di lantai tiga Kantor Perwakilan BEI Palembang, Jl. Angkatan 45, No 13-14, Demang Lebar Daun, Ilir Barat I, Palembang.

"Yuk Menabung Saham merupakan kampanye yang diselenggarakan BEI untuk mengajak masyarkat sebagai calon investor untuk berinvestasi di pasar modal dengan membeli saham secara rutin dan berkala," tambah Hari.

saham2
Langkah-langkah investasi saham

Menurut dia, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami mudahnya bertransaksi di pasar modal.

Padahal pasar modal adalah salah satu sarana investasi yang dapat menjawab kebutuhan investor akan keamanan dalam berinvestasi.

Selain itu, pasar modal juga juga berpotensi menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding produk investasi lain dengan modal awal yang cukup terjangkau. Itu artinya, nabung saham lebih untung
dibanding lainnya.

Disebutkan, meski bergerak fluktuatif karena sentimen negatif dari eksternal, BEI masih merupakan salah satu bursa efek yang memberikan imbal hasil tertinggi dibanding bursa efek negara lain.

"Sepanjang tahun ini (2016), jika melihat performa Indeks Harga Saham Gabungan, imbal hasil BEI masih tercatat positif 11,52 persen dan jauh melampaui hasil bursa efek negara lain seperti Inggris, Amerika, Hong Kong, India, Filipina, Singapura dan Jepang," katanya.

Pada kesempatan itu, Hari juga menjelaskan mudahnya berinvestasi di pasar modal. Bahkan para pelajar pun bisa melakukannya.

Pelajar Juga Bisa

 Aditya Rachman, misalnya. Pelajar Kelas XII IPS SMAN 17 Palembang itu bahkan sudah menjadi investor sejak satu tahun terakhir.

Aditya
Aditya Rachman

"Mandiri dari sisi keuangan, tak harus menunggu usia dewasa," begitu kata Aditya saat diwawancarai Sripo.

Adit termasuk salah seorang pelajar yang bisa menjadi contoh dalam menyiapkan masa depan. Meski masih sekolah, bungsu dari tiga bersaudara itu sudah punya penghasilan sendiri. Ia bahkan tak perlu meminta dari orangtua kalau sekadar untuk membeli hanphone atau mencicil mobil.

Ya, lebih kurang satu tahun lalu, Adit mecoba berinvestasi di pasar modal. Pilihan yang mungkin cukup jarang dilakukan orang seusia Adit yang belum 17 tahun.

"Terus terang saya terinspirasi dengan kakak saya. Dia sudah lebih dahulu terjun ke bidang ini (pasar modal). Dia juga yang mengedukasi saya," kata Adit.

Pada mulanya, Adit mengaku masih bingung dengan hal-hal yang berhubungan dengan investasi saham. Namun setelah beberapa bulan berjalan, keingintahuan yang kuat membawa dia pada keberhasilan.

Meski enggan menyebutkan secara jelas berapa keuntungan yang ia dapat setiap bulannya, Adit mengaku sangat bersyukur dengan hasil yang dicapai sejauh ini.

Rp 3 Juta per Bulan

"Keuntungan setiap bulan tidak bisa dipastikan. Sebab investasi ini kan jelas ada risikonya. Tergantung bagaimana kitanya. Kalau dirata-rata ya ada-lah sekitar Rp 3-4 juta," katanya.

Menurut Adit, investasi di pasar modal sangatlah menguntungkan. Setidaknya itulah yang ia rasakan sekarang. Karena itu, ia berharap para pelajar jangan ragu untuk berinvestasi di pasar modal. Apalagi saat ini, modal berinvestasi sangat terjangkau bahkan cukup Rp 100 ribu saja.

"Mumpung masih muda kalau mau berinvestasi. Saya sendiri merasa sangat bermanfaat. Bisa belajar
sistem pasar modal, disiplin, manajemen waktu dan tentu saja ketelitian," ujarnya.

Bagi pelajar yang ingin berinvestasi di pasar modal, Adi menyarankan agar memilih blue chip. Sebab menurut dia, pergerakannya cenderung lebih bagus dibanding jenis lain.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved