Ibu-ibu Berdemo ke Kantor DPRD Pakai Terbangan untuk Menuntut Kecurangan Pilkades

Mereka mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI menunda pelantikkan Cakades terpilih Desa Srikembang.

Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/BERI Supriyadi
Ratusan pendemo yang berasal dari Desa Srikembang Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir, mendatangi kantor DPRD OI. Mereka menuntut pimpinan lembaga DPRD OI untuk menunda pelantikkan Cakades Serikembang terpilih. 

SRIPOKU.COM,INDERALAYA--Ratusan warga Desa Srikembang Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir (OI), umumnya berasal dari kaum perempuan paruh baya, dan laki-laki, menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD OI Tanjung Senai Inderalaya.

Bermodalkan alat musik rebana, mereka (ibu-ibu, red), Senin (28/11) pukul 10.30, berorasi diluar gedung DPRD OI sembari melantunkan lagu "Perdamaian".

Mereka menuntut agar pimpinan lembaga DPRD OI maupun pihak eksekutif untuk menindaklanjuti temuan dugaan kecurangan pelaksanaan Pilkades serentak Kabupaten OI, khususnya di Desa Srikembang Kecamatan Muara Kuang.

Kemudian, mereka mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI menunda pelantikkan Cakades terpilih Desa Srikembang.

Karena, menurut Zulfikar selaku koordinator aksi, dari data dan fakta yang diperoleh dilapangan adanya indikasi kecurangan panitia Pilkades pada saat proses perhitungan suara yang dilakukan oleh panitia Pilkades di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Desa Srikembang.

Dugaan kecurangan dijelaskan Zulfikar, yakni dengan cara memanipulasi data melalui berita acara yang memenangkan Cakades tertentu.

"Sementara, dari keterangan keempat orang saksi di-TPS, bahwa suara terbanyak adalah Cakades nomor urut 1 bernama Mukhsinin Sopian dengan perolehan 253 suara. Jadi, Cakades nomor urut 1 unggul dari cakades nomor urut 4 sebanyak 3 suara. Tapi, panitia tetap memenangkan Cakades Badaruddin," ujar Zulfikar dalam orasinya.

Padahal lanjutnya, Cakades nomor urut 4 Badaruddin Husin, sudah jelas kalah 3 suara dari Cakades nomor urut 1 Mukhsinin. Hal tersebut diperkuat dengan keterangan 4 orang saksi dan dikukung oleh hasil rekamanan video visual proses penghitungan suara di-TPS," jelas Zul.

Oleh karena itulah, sejumlah warga Desa Srikembang Muara Kuang, mendatangi gedung DPRD untuk menuntut penundaan pelantikkan Cakades Badaruddin Husin dan meminta kepada pimpinan lembaga DPRD OI membentuk Pansus investigasi temuan dugaan kecurangan Pilkades Srikembang Kecamatan Muara Kuang.

Akhirnya, setelah lebih kurang dua jam berorasi, Ketua DPRD OI Drs H Ahmad Yani MM mempersilahkan kepada perwakilan aksi untuk mengikuti rapat bersama di ruang rapat Ketua DPRD OI berama Komisi I DPRD OI yang juga dihadiri oleh pihak eksekutif Sekda OI H Herman dan kepala BPMD OI Syamrowi.

Setelah melewati perundingan alot, antara perwakilan aksi demo dari Desa Srikembang, akhirnya ketua DPRD OI mensepakati Cakades terpilih Desa Srikembang dilakukan penundaan pelantikkan.

Selain itu juga, ditambahkan ketua DPRD OI, pihaknya membentuk 7 orang Panitia Khusus (Pansus) yang bertugas untuk melakukan investigasi dugaan adanya kecurangan Pilkades Srikembang.

Selain melibatkan unsur legislatif, Pansus investigasi juga melibatkan dua orang dari pihak eksekutif.

"Tidak hanya di Desa Srikembang saja, pelaksanaam Pilkades bermasalah. Melainkan, sampai saat ini, berdasarkan laporan masuk ke Lembaga DPRD OI, ada 9 Desa yang Pilkadesnya diduga bermasalah. Oleh karena itu, kita sepakati untuk melakukan penundaan pelantikkan terhadap Cakades terpilih di-9 Desa, termasuk di Desa Srikembang," ujar Ketua DPRD OI Drs H Ahmad Yani MM.

Setelah menemui hasil kesepakatan bersama, akhirnya ratusan pendemo meninggalkan gedung DPRD OI.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved