Bunga Bangkai Tumbuh di Belakang Rumah Sekdes

Warga Desa Lubukbesar, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Minggu (6/11/2016) petang, dihebohkan dengan tumbuhnya bunga bangkai

SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Bunga bangkai yang tumbuh mekar dibelakang rumah Ali Rekan, Sekdes Lubuk Besar, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut, Minggu (6/11/2016) petang. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS -- Warga Desa Lubukbesar, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Minggu (6/11/2016) petang, dihebohkan dengan tumbuhnya bunga bangkai (amorphophallus) setinggi 50 cm dibelakang rumah Ali Rekan, Sekretaris Desa (Sekdes) setempat. Sontak, kemunculan bunga dengan bau menyengat itu menarik perhatian masyarakat setempat yang datang kelokasi penemuan dan ingin melihat bunga bangkai itu dari dekat.

Kepada Sripoku.com, Minggu (6/11/2016) malam, Ali Rekan, sang penemu bunga itu menceritakan, awalnya bunga bangkai itu ditemukan tanpa sengaja. Bermula ketika dia ingin mencuci sepeda motor dibelakang rumahnya. ‎Begitu ia membawa sepeda motornya kebelakang, tiba-tiba hidungnya mencium bau menyengat, seperti bau bangkai. Ia pun menanyakan kepada orang yang ada disekitar tempat itu, darimana asalnya bau bangkai tersebut.

"Saya tanya, siapa yang buang bangkai ditempat ini. Tapi tidak ada yang tau. Lalu ada keponakan saya datang, saya suruh ikut cari sumber bau bangkai itu" kata Ali Rekan.

Mereka ‎pun menyisir lokasi untuk mencari sumber bau menyengat tersebut. Setelah sekian lama mencari akhirnya ketemu, bahwa sumber bau menyengat itu berasal dari bunga bangkai yang baru mekar didekat batang durian dan lapangan voli dibelakang rumahnya.

"Begitu saya lihat, awalnya saya kira itu tumbuhan yang biasa kami sebut dengan nama Kubut. Tapi, kalau Kubut biasanya lebih kecil, dan bunga yang ditemukan ini lebih besar," ujarnya.

Dilanjutkannya, bunga yang ditemukan ini pun berbau menyengat seperti bau bangkai. Sementara tumbuhan Kubut yang biasa ditemukan warga sekitar tidak berbau. ‎Maka ia pun berpikiran bahwa, bunga yang ditemukan tersebut adalah bunga bangkai.

"Bentuknya belagak nian (cantik sekali), ‎tapi baunya sangat menyengat. Saat kami dekati, bunga ini sedang dikerubuti langau (lalat), tingginya sekitar 50 cm, dengan diameter sekitar selebar ban sepeda motor matic," katanya.

Setelah diketahui bahwa sumber bau menyengat itu adalah bunga bangkai, maka warga sekitar pun ramai-ramai datang ke lokasi ingin melihatnya. Mereka merasa aneh, sebab, selama ini belum pernah menemukan ada bunga bangkai yang tumbuh di desa setempat.‎ "Setahu saya, selama ini belum pernah tumbuh bunga bangkai disini," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved