10 Perusahaan Migas di Sumsel Stop Beroperasi
Produksi menurun, maka otomatis DBH juga turun sehingga banyak daerah berteriak. Ternyata DBH sektor migas ini sumbangan ke APBD cukup besar.
Penulis: Husin | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Provinsi Sumsel menjadisatu-satunya provinsi di Indonesia yang paling banyak memiliki kegiatan eksplorasi dengan 162 pekerjaan, sementara secara nasional hanya ada 250 pekerjaaan. Dari jumlah itu, 98 pekerjaan sudah diproses, sedangkan 50 pekerjaan tidak diproses karena kontraktor Kontrak Kerjasama (KKS) belum mengajukan.
Hal ini dikemukakan Kepala SKK Migas Sumbagsel ,Tirat Sumbu Ichtijar, saat hadir pada Media Gathering & Kompetisi di Novotel Bangka, Kamis (3/11) dan berakhir Jumat (4/11), yang ditutup dengan pemberian reward kepada media.
"Sumsel ini kaya dengan sumber Migas. Walau penemuan sumur minyak banyak, tetapi jumlah produksi kecil-kecil, antara 100 hingga 300 barel per hari. Sementara di luar Sumsel, satu sumur bisa mencapai 1000 hingga 3000 barel lebih," katanya.
Dijelaskan pula, SKK Migas bersama K3S untuk Sumsel memproduksi 60.000 barel / hari. Hal ini memberikan masukan terbesar bagi keuangan daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH) . Namun kini, terkait melemahnya harga minyak dunia, maka kegiatan ekplorasi menurun sehingga perusahaan atau kontraktor yang awalnya terdapat 93 perusahaan, yang melakukan kegiatan hanya 83 perusahaan, sedangkan 10 perusahaan lainnya tutup.
"Produksi menurun, maka otomatis DBH juga turun sehingga banyak daerah berteriak. Ternyata DBH sektor migas ini sumbangan ke APBD cukup besar dibandingkan sektor perkebunan ,' kata Tirat.
Tanpa Gejolak
Tidak beroperasinya 10 perusahaan K3S bukalah perkara gampang, karena SKK Migas harus memikirkan nasib pekerjanya. "Alhamdulillah, penyelesaiannya tanpa gejolak," katanya.
Hal positif yang dilakukan antara lain dengan memberikan pelatihan usaha produktif dan kewirausahaan, sehingga pasca penutupan perusahaan, pekerja tidak menambah angka pengangguran.
"Kita berikan pelatihan bagaimana menjadi pengusaha tambak ikan, cara tanam tanaman hidroponik hingga pelatihan usaha." ungkap Tirat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kepala-skk-migas-sumbagsel-tirat-sumbu-ichtijar_20161104_081733.jpg)