Breaking News:

Longsor di OKU Selatan

Warga Bahu Membahu Timbun Drainase Sehingga Akses Jalan Bisa Kembali Dilalui

Pengguna jalan tetap harus waspada mengingat amblesnya jalan kemungkinan akan terus terjadi karena arus Sungai Selabung masih cukup deras.

Penulis: Evan Hendra | Editor: Sudarwan
ISTIMEWA
Longsor yang terjadi di Kecamatan Tigadihaji Kabupaten OKU Selatan menyebabkan dua desa dengan 4.000 jiwa terisolasi, Rabu (26/10/2016). 

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Bencana tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten OKU Selatan, akibat tingginya intensitas curah hujan dan meningkatnya arus Sungai Selabung, Rabu (26/10/2016) sekitar pukul 01.00 dinihari.

Tidak ada korban jiwa akibat bencana alam tersebut, namun lebih dari 4.000 jiwa yang terletak di dua desa nyaris terisolir karena jalan penghubung ambles dan hampir putus akibat terkikis Sungai Selabung tersebut.

Warga yang mengalami kesulitan untuk akses jalan kemudian berinisiatif untuk melakukan penimbunan drainase yang ada di sisi jalan secara darurat agar bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dengan dikomandoi Camat Tigadihaji masyarakat bahu membahu melakukan penimbunan drainase sehingga akses jalan tersebut bisa kembali dilalui.

“Semuanya sedang diupayakan untuk diperbaiki meskipun sifatnya masih darurat. Harapan kita agar masyarakat bisa melalui ruas jalan dan bisa merasa nyaman terlebih dahulu baru kemudian diperbaiki secara permanen,” ungkap Kalak BPBD OKU Selatan, Zulyaser SE MM, ketika dikonfirmasi.

Yaser memastikan bahwa akses transportasi dari warga dua desa tersebut tidak terganggu dan sudah bisa berjalan lancar meskipun dengan menggunakan ruas jalan darurat.

Namun, kata dia, pengguna jalan tetap harus waspada mengingat amblesnya jalan kemungkinan akan terus terjadi karena arus Sungai Selabung masih cukup deras.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved